16 May 2014

Melatih Hati yang Khusyu'


Imam al-Ghazali menerangkan enam istilah yang memiliki makna yang sebangun dengan khusyu’. Keenam hal itu bila digabungkan akan menghasilkan kwalitas khusyu’ dalam shalat. diantara keenam hal itu adalah; hudhurul qalbi (hadirnya hati), yaitu mengkosongkan hati dari segala macam hal kecuali makna kata-kata yang terucap dalam shalat. Tentunya Ini mengandaikan adanya hafalan dan pengertian arti bacaan shalat itu sendiri.

Pengertian makna bacaan akan membantu mempermudah seseorang mengikat hati dalam kekhusyu’an, karena hati tersibukkan dengan makna-makna itu. Namun perlu diwaspadai seringkali hati hadir bersama hafalan bacaan tapi bukan makna bacaan itu sendiri.

Sebagai kelanjutan dari hudhurul qalbi adalah at-tafahum yaitu pemahaman akan makna bacaan itu sendiri. Pemahaman ini berbeda-beda antara satu hamba dengan hamba lainnya, sebagaimana perbedaan pengetahuan mereka mengenai al-qur’an dan tasbih. Perbedaan pemahaman ini juga tergantung pada tingkat kehadiran hati masing-masing. Seringkali seorang hamba menemukan makna yang dalam ketika shalat yang tidak ditemukannya dalam kesempatan lain.

Jika dua hal tersebut (hudurul qalbi dan at-tafahum) dikategorikan sebagai katifitas internal karena harus dijalankan ketika shalat, maka empat konsep selanjutnya lebih merupakan aktifitas eksternal. Keempat hal tersebut adalah ta’dhim, haibah, raja’, dan haya’.

Ta’dhim adalah kesadaran diri akan keagungan Allah swt sebagai Dzat Pengatur Kehidupan. Kepada-Nyalah tergantung semua kehidupan makhluk di alam ini. Ta’dhim kepada Allah swt ini mampu meningkatkan kwalitas khusyu’ seseorang jika disertai dengan hudurul qalbi dan at-tafahum.

Adapun haibah adalah perasaan takut yang lahir dari perasaan ta’dhim. Berbeda dengan takut yang ditimbulkan karena adanya unsur kemudharatan. Misalkan takut jatuh dari ketinggian atau takut binatang buas. Keduanya adalah takut karena sesuatu yang ditakuti itu bisa mendatangkan kemudharatan. Sedangkan haibah adalah perasaan takut yang lahir karena keagungan sesuatu yang ditakuti. Sebagaimana seorang anak yang takut kepada orang tua. Bila hati seorang hamba telah merasakan haibah dalam shalat, maka kwalitas kekhusyu’annya pasti lebih tinggi dari yang tidak merasakan haibah.

Sedangkan raja’ yang secara bahasaadalah pengharapan, dapat diartikan sebagai harapan yang senantiasa hadir dalam hati akan adanya ridha Allah swt. Seorang hamba tentunya harus tahu diri sudah pantaskah dia mengharapkan ridha Allah swt, jika shalatnya tidak mampu mendatangkan rasa ta’dhim. Bagaimana mungkin seorang mengharapkan sesuatu dari orang lain tanpa didahului pengabdian? Meski demikan kewajiban hamba adalah mengharap kepada-Nya, disertai dengan usaha mendekat dan mengenal-Nya melalui shalat yang khusyu’.

Dan yang terakhir adalah haya’ perasaan malu kepada kemurahan-Nya. Apakah masih pantas seorang hamba berharap rahmat dan ridha-Nya, bukankah rahmat dan ridha selama ini telah diberikan oleh-Nya secara cuma-cuma walaupun seorang hamba banyak melanggar larangan-Nya dan mengoleksi dosa-dosa?
Demikian enam hal yang seharusnya dijadikan materi ajaran dan bahan latihan seorang hamba ketika shalat, sebagaimana yang dituturkan Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin. (Red. Ulil H)

Mengapa Harus Khusyu’?


Tulisan dengan tema Shalat Khsusyu’ ini disarikan dari karya Hujjatul Islam Imam Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumidiin dalam bab kitabu Asraris Shalati yang mengupas berbagai  rahasia dan hikmah dalam shalat. Mulai dari gerakan badan hingga kandungan nilai dalam bacaan shalat, yang jika dimengerti dengan benar akan menambah makna shalat itu sendiri.

Pada dasarnya shalat merupakan ibadah yang bertujuan mengingat Allah sebagaimana firman-Nya. 
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Kerjakanlah shalat untuk mengingat-Ku (Thaha-14) 

Mengapa harus selalu meingat-Nya? karena melupakan-Nya adalah suatu kesalahan besar. Berbagai ni’mat Allah yang tidak terhitung jumlahnya dan tidak ternilai harganya, mulai ni’mat memandang, meraba, merasa, bernafas dan lain sebagainya, semua diperoleh dari-Nya secara cuma-cuma. Bagaimana pantas melupakan-Nya, jika kehidupan ini bergantung sepenuhnya kepada-Nya? karena itulah Allah swt mengingatkan kita dengan firmannya
ولاتكن من الغافلين
Janganlah kamu termasuk oang-orang yang lupa (al-a’raf 205)
Termasuk kategori lupa adalah melakukan shalat tanpa disertai kehadiran hati. Shalat yang kering, shalat yang hanya bertujuan menggugurkan kewajiban. Meskipun mulutnya terlihat sibuk, tetapi tak satu rakaatpun yang dimengerti. Malahan hatinya dipenuhi dengan masalah keduniawiyan. Yang terucap memang bacaan takbir, yang terdengar adalah bacaan tasbih tetapi yang diingat adalah barang dagangan, urusan bisnis, dan lain sebagainya. Sungguh Allah swt tidak menganggap pengabdian semacam ini. Rasulullah saw bersabda:

لاينظر الله الى صلاة لايحضر الرجل فيها قلبه مع بدنه
Allah swt tidak memandang shalat seseorang yang tidak menghadirkan (konsentrasi) hatinya beserta badannya.

Bahkan lebih dari itu, Allah swt mengancam mereka yang shalat dalam keadaan lalai atau kosong, artinya shalat yang dilakukan begitu saja tanpa disertaI kekhusyu’an. Dalam surat al-Maun ayat 4-5 Allah swt menjelaskan ancaman-Nya:
فَوَيْل لِلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتهمْ سَاهُونَ
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.

Oleh karena itulah, jika syarat syahnya shalat terdiri dari berbagai tindakan shahir, maka sesungguhnya khusyu’ merupakan tindakan bathin yang tidak bisa ditinggalkan karena ia menempati posisi adab (tata krama) dalam shalat. Sebagaimana seorang tamu presiden selain berpenampilan rapi, ia harus berlaku yang sopan kepadanya dengan penuh hormat. Demikianlah dalam shalat seorang hamba harus merasa sebagai orang yang lemah dan hanya Dialah yang Paling berkuasa.

Mengenai hal ini, kisah hatim al-A’sham ketika ditanya seseorang tentang cara shalatnya ia menerangkan “…Aku jadikan ka’bah diantara dua pelipisku, Aku jadikan sirath (titian penyebrangan di hari kiamat nanti) di telapak kakiku, sorga di sebelah kanan dan neraka di sebelah kananku, dan malaikat pencabut nyawa ada dibelakangku siap-siap menerkam-ku sehingga aku merasa shalatku adalah shalat untuk terakhir kalinya…”
Jika telah demikian adanya maka dampak dari shalat itu akan terasa dalam segala lini kehidupan. Shalat tidak hanya membangun kesalehan individual, tetapi juga kesalehan sosial.

الصلاة مطهرة للقلوب من أدناس الذنوب واستفتاح لباب الغيوب
Sesunguhnya shalat itu membersihkan hati dai kotoran dosa dan membuka pintu-pintu yang ghaib.
Shalat seperti inilah yang diperitnahkan oleh Allah sebagaimana termaktub dalam Al-ankabut ayat 45;

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain)... (red. Ulil H)

Puasa-puasa Istimewa di Bulan Rajab

Keistimewaan bulan rajab sebagai syahrullah ditandai dengan beberapa pelipat gandaan pahala yang disediakan oleh Allah swt kepada mereka yang berpuasa di dalam bulan Rajab. Di bawah ini akan diterangkan berbagai macam fadhilah puasa pada bulan Rajab.

عن أبى ذر رضى الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: من صام أول يوم من رجب عدل صيام شهر ومن صام سبعة أيام أغلقت عنه أبواب جهنم السبعة, ومن صام ثمانية أيام فتحت له أبواب الجنة الثمانية. ومن صام منه عشرة أيام, بدل الله سيئاته حسنات ومن صام منه ثمانية عشر يوما نادى منادى من السماء: قد غفر لك فاستأنف العمل  
Barang siapa puasa di awal bulan rajab bandingannya seperti puasa satu bulan penuh. Dan barang siapa puasa tujuh hari (di bulan Rajab) maka tertuplah baginya ketujuh pintu neraka jahanam, dan barang siapa puasa delapan hari  (di bulan Rajab) maka dibukakan untuknya kedelapan pintu surga, dan barang siapa puasa sepuluh hari (di bulan Rajab) maka Allah swt akan mengganti semua amal buruknya dengan kebaikan, dan barang siapa puasa delapan belas hari (di bulan Rajab), maka akan dia akan mendapat panggilan dari langit “sungguh telah siampuni dosamu, maka mulailah lagi beramal”

Sebagain hadits menjelaskan bahwa imbalan yang disediakan oleh Allah swt untuk mereka yang berpuasa di hari pertama bulan Rajab adalah dijauhkan dari dosa-dosa sebagaimana jauhnya langit dan bumi.
Sedangkan shabat Anas bin Malik menyatakan:

عن أنس بن مالك يرفعه "من صام أول يوم من رجب كفر الله عنه ذنوب سنتين, ومن صام خمسة عشريوما حاسبه الله حسابا يسيرا ومن صام ثلاثين يوما من رجب كتب الله له رضوانه ولم يعذبه
Barang siapa berpuasa di awal bulan Rajab, Allah menggugurkan dosa yang dilakukannya selama dua tahun, dan barang siapa puasa selama lima belas hari di bulan Rajab Allah akan menghisabnya (nanti di hari kiamat) dengan hisab yang gampang. Dan barang siapa berpuasa tiga puluh hari selama bulan Rajab Allah akan meridhainya dan tidak menyiksanya. 

Pada hari yang sama pula dulu Nabi Nuh as. dan para pengikutnya berpuasa ketika berada di atas perahu. Hal ini pernah dijelaskan Rasulullah saw:

عن سهل بن سعد رضى الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: ألا إن رجب من الأشهر الحرم, وفيه حمل الله نوحا فى السفينة, فصامه نوح فى السفينة وأمر من كان معه بصيامه فأنجاهم الله تعالى وأمنهم من الغرق وطهر الله الأرض من الكفر والطغيان بالطوفان.
Ingatlah bahwa Rajab adalah termasuk bulan yang mulia, pada bulan inilah Allah swt menaikkan Nabi Nuh as di atas perahu. Maka nabi Nuhpun berpuasa di atas perahu, demikian pula ia memperintahkan puasa semua pengkutnya. Allahpun menyelamatkan mereka (dari tenggelam) dan Allah membersihkan bumi ini dari kekufuran dan kekejian dengan banjir thufan.
Selain puasa-puasa yang tersebut di atas juga ada puasa istimewa pada tanggal 27 Rajab. Sebagaimana keterangan Rasulullah saw dalam haditsnya:


عن أبى هريرة رضى الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من صام يوم السابع والعشرين من رجب كتب له ثواب صيام ستين شهرا وهو أول يوم نزل فيه جيبريل على النبي صلى الله عليه وسلم بالرسالة    
Barang siapa puasa pada hari dua puluh tujuh di bulan Rajab ditulis untuknya pahala puasa selama enampuluh bulan. Itulah hari pertama Jibril turun membawa risalah kepada Rasulullah saw”

Dalam hadits lain diterangkan pula:

عن أبى هريرة وسلمان الفارسى رضى الله عنهما قالا: قالرسول الله صلى الله عليه وسلم إن فى رجب يوما وليلة من صام ذلك اليوم وقام تلك الليلة كان له من الأجر كمن صام مائة سنة وقامها وهى لثلاث بقين من رجب وهو اليوم الذى بعث فيه نبينا صلى الله عليه وسلم.
Bahwa sannya dalam bulan Rajab ada satu malam dan satu siang istimewa, barang siapa yang berpuasa di siang harinya dan beirbadah di malam harinya, maka bagi orang tersebut ditulis pahala puasa seratus tahun lengkap dengan ibadah di malam harinya. Hari itu adalah hari ketiga ketrakhir dari bulan Rajab, yaitu hari diutusnya Nabi kita saw.  (red. Ulil H)

Pembangunan Masjid SMAN 2 Purwokerto

Proses pembangunan Masjid, gambar diambil April 2014




12 May 2014

Nabi Muhammad dan Sebutir Delima

Dikisahkan, suatu ketika Siti Khadijah r.a. meminta tolong Nabi Muhammad saw. untuk membelikannya buah delima. Ketika itu kebetulan, belum masuk musim buah delima.

Dengan susah payah, Nabi Muhammad saw. berhasil mendapatkan sebutir buah delima. Buah itu pun dibelinya dengan harga yang mahal. Setelah itu, Nabi bergegas pulang. Di tengah jalan, ia menjumpai seorang laki-laki yang terlihat bingung dan sedih.

Rasulullah pun menyapa lelaki itu, “Mengapa kau kelihatan sedih, teman?”

Dengan enggan laki-laki itu menjawab, “Istriku sedang hamil. Ia meminta buah delima. Seharian aku mencari ke mana-mana, tetapi aku tidak mendapatkannya. Istriku pasti sangat sedih,” kata lelaki itu, seraya tertunduk dan sedikit menitikkan air mata.

Melihat hal itu, Nabi merasa terharu. Tanpa berpikir panjang, beliau memberikan buah delimanya kepada laki-laki itu. Laki-laki itu kelihatan sangat senang. Berkali-kali ia mengucapkan terima kasih kepada Nabi Muhammad saw.

Nabi Muhammad saw.kemudian pulang. Sesampainya di rumah, beliau menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya kepada Siti Khadijah r.a. Mendengar cerita suaminya, wanita berjuluk ath-tahirah (yang suci) itu sejenak terdiam.

Ia kemudian tersenyum dan berkata, “Kalau memang buah delima itu engkau berikan kepada orang yang membutuhkan, aku ikhlas. Inilah sedekah kita.”

(Ajie Najmuddin/disarikan dari Bingkai Sejarah Kebudayaan Islam)

4 Kunci Surga Kaum Hawa

Perempuan dalam Islam memiliki posisi yang sangat tersanjung. Bahkan dalam bentangan sejarah yang ada, Islam dapat dikatakan sebagai agama pertama yang memiliki visi penghormatan terhadap perempuan.

Sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab Jahiliyah seringkali merasa malu bila melahirkan anak perempuan sehingga tidak segan membunuh dan menguburkannya hidup-hidup. Begitu pula masyarakat Bani Israel berusaha mengalieminasi perempuan dari keluarga dan rumahnya ketika mereka dalam keadaan haidh. Namun tidak demikian dengan Islam yang mempunyai visi perempuan dengan semoyan “la yukrimuhunna illa karimun, wa la ahanahunna illa kahinun” hanya orang mulia yang memuliakan perempuan, dan hanya orang hina yang menghinakan perempuan. 

Demikian posisi perempuan dalam Islam sehingga Rasulullah saw merasa penting mengaprsiasinya dengan empat hal yang memudahkan perempuan menikmati surga:
اذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحفظت فرجها واطاعت زوجها قيل لها ادخلى الجنة من أي ابواب الجنة شئت رواه أحمد
Apabila seorang perempuan melakukan shalat fardhunya yang lima dan berpuasa selama bulan Ramadhan dan menjaga kehormatannya juga ta’at kepada suaminya, maka dikatkanlah kepadanya masuklah ke dalam surga melalui pintu yang engkau mau .(red.Ulil H)

09 May 2014

6 Orang Pengurus Rohis Lolos OSP

Alhamdulillah, kabar baik kali ini datang dari tim OSN SMAN 2 Purwokerto. Perjuangan pada Olimpiade Sains tingkat Kabupaten yang diadakan pada tanggal 1-3 bulan April lalu membuahkan hasil yang sangat memuaskan. 24 anggota tim mendapatkan peringkat sehingga berhasil meneruskan ke Olimpiade Sains tingkat provinsi.

Dari anggota Rohis SMAN 2 Purwokerto ada 6 yang berhasil melaju ke tingkat provinsi, yaitu Aisyah N. dan Irvan Syahroni pada bidang TIK; Savira Putri pada bidang astronomi; Ryan Setiabudi, Muhammad Lutfi S., dan Gilang E. Pada bidang kebumian.

24 siswa yang lolos akan kembali berjuang pada OSP yang akan diadakan pada tanggal 10-12 Juni 2014. Mari kita doakan teman-teman kita sehingga mendapat kemudahan dan kelancaran dariNya, dan semoga mendapat esuksesan sehingga dapat lolos hingga tingkat nasional, bahkan internasional.





25 April 2014

Mari Bergabung di Baksos dan Amaliyah Romadlon 2014 ROHIS SMAN 2 Purwokerto

Assalamu'alaikum wr.wb.

Salam silaturahmi kami sampaikan kepada segenap umat Islam di manapun berada. Bulan Romadlon merupakan bulan yang amat mulia, bulan dimana Alloh SWT melipatgandakan segala amal. Namun sayangnya banyak saudara-saudara muslim yang tidak dapat menikmati indahnya bulan Romadlon baik karena tak mendapat dukungan guru mengaji ataupun karena kondisi ekonomi yang mengganggu ibadah mereka.

Maka kami Rohani Islam SMAN 2 Purwokerto mengajak kepada segenap orang Islam untuk bergabung bersama kami menyelenggarakan kegiatan baksos dan Amaliyah Romadlon yang in syaa Alloh akan diselenggarakan sepanjang bulan Romadlon bertempat di Desa Panusupan Kec. Cilongok Kab. Banyumas.
Ulurkan bantuan Anda, berupa zakat mal, infaq, shodaqoh lebaran, dan santunan faqir miskin dan anak yatim melalui rekening ROHIS, BRI No. 0077-01-018889-53-2

Mari bersama-sama membangun ukhuwah islamiyah dengan membangun jiwa sosial di tengah masyarakat melalui kerja nyata pemuda Islam dalam membangun Islam dan membangun Indonesia melalui Romadlon.
By ROHIS SMAN 2 Purwokerto

31 March 2014

Ziarah Waliyullah dan Tadabur Alam 2014

Assalamu'alaikum wr.wb.

Alhamdulillah Rohis SMAN 2 Purwokerto telah mengadakan acara Ziaroh Waliyullah dan Tadabur Alam pada tanggal 19 s.d. 22 Maret 2014. Tujuan kami meliputi makam-makam para kekasih Allah SWT yang berada di Jawa dan Madura.

Perjalanan kami dimulai pada siang hari pukul 13.00 tanggal 19 Maret 2014, start dari SMAN 2 Purwokerto, menuju makam Syekh Makdum Wali yang bertempat di Purwokerto. Setelah itu kami menempuh perjalanan panjang menuju Jawa Barat tepatnya Cirebon, untuk ziarah makam Sunan Gunung Jati.

Perjalanan berlanjut menuju ke timur, kami mengunjungi Masjid Demak, makam Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, dan Sunan Muria. Perjalanan kami amat menyenangkan, terlebih saat mengunjungi makam Sunan Muria yang membutuhkan perjuangan panjang menuju ke atas.

Setelah dari Jawa Tengah, perjalanan berlanjut ke Jawa Timur, kami mengunjungi makam Sunan Bonang, Sunan Drajat, S. Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri. Pagi hari tanggal 21 Maret 2014 kami beranjak ke Madura. Setelah berziarah di Madura, kami kembali ke Jawa Timur berziarah di makam Sunan Ampel dan malam harinya kami singgah di Tebu Ireng, Jombang untuk berziarah di makam KH. Abdurrahman Wahid.

Selepas dari Jombang, kami pulang ke Purwokerto dengan hati dan rohani yang lebih jernih selepas mengunjungi makam para kekasih Allah SWT sembari mengingat kematian dan mendekatkan diri kepadaNya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.