30 March 2020

RESUME MOTIVASI DAN DZIDO AKBAR


 
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimana kabarnya, sobat exist? Mudah-mudahan senantiasa baik-baik saja.

Alhamdulillah, pada hari Kamis, 5 Maret  2020 kemarin, Rohis  Exist Smada sukses menyelenggarakan MOTIVASI DAN DZIDO AKBAR untuk Kakak Kakak kelas XII SMA N 2 Purwokerto. Kegiatan ini dimulai dengan motivasi dan dilanjutkan dengan sholat serta dzikir tak lupa dengan doanya. Dan juga untuk siswa yang non-muslim dari Kakak kelas XII hanya mengikuti  kegiatan motivasi dan dzidonya terpisah dari Kakak kelas XII yang beragama muslim.

Adapun motivasi yang disampaikan oleh Dr. Ugung Dwi Aryo Wibowo, M.Si. psi. tentang pentingnya doa kita kepada Allah. Doa dapat merubah takdir kita antara lain yaitu kebodohan, kemiskinan, dan masih banyak lagi yang dapat kita ubah dengan doa kita. Allah juga tidak suka makhluk yang sombong dan tidak mau berdoa kepada Allah.

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina” (QS. Al Mu’min: 60)

Setelah adanya motivasi, Kakak Kakak kelas XII menuju Masjid At Takhrim untuk melaksanakan sholat maghrib. Lalu, diadakannya pengajian singkat dan dzido oleh Drs. H. Dawud Buang, M.Pd. Kemudian dilanjut dengan salam-salaman dengan beliau.

Semoga dengan diadakannya acara ini, kita dapat mengambil hikmah dan manfaat, dan semoga kita tergolong orang-orang yang masuk surga kelak, Aamiin.
Sekian dulu dari Rohis Exist Smada, semoga selalu mendapat lindungan dan berkah dari Allah SWT.

Beberapa dokumentasi MOTIVASI DAN DZIDO AKBAR:




























Wassalamualaikum Wr. Wb.

26 February 2020

RESUME PECETIKAH XII



Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimana kabarnya, sobat exist? Mudah-mudahan senantiasa baik-baik saja.

Alhamdulillah, pada hari Sabtu, 2 Februari 2020 kemarin, Rohis Exist Smada sukses menyelenggarakan Lomba PECETIKAH untuk ke 12 kalinya! Wow, udah lama banget ya. Bagi yang belum tahu, PECETIKAH adalah Rangkaian Lomba yang diselenggarakan oleh Rohis SMAN 2 Purwokerto dalam rangka memperingati HUT SMAN 2 Purwokerto. Adapun Nama PECETIKAH ini diambil dari singkatan Lomba-lombanya, antara lain : Pemilihan Da’I Remaja, Cerdas Cermat Islam, Tilawah, Kaligrafi, Adzan, dan Hadroh.

Untuk Lomba PECETIKAH XII ini mengambil tema “Muda Berkarya Berakhlak Mulia”. Tentu saja, ada yang baru lho untuk PECETIKAH kali ini. Yap, untuk tingkat Lomba PECETIKAH ini, naik tingkat! Dari se-Eks Karesidenan Banyumas, ditambah menjadi se-Eks Karesidenan Banyumas, Kedu, dan Pekalongan. Dan untuk juara umum mendapatkan Piala Bergilir Bupati Banyumas, Wah, keren banget ya.

Antusiasme dari peserta lomba PECETIKAH XII ini sangat tinggi. Dari upacara pembukaan-penutup kegiatan ini berlangsung dengan lancar. Pasti penasaran kan, siapa aja pemenang dari Lomba PECETIKAH XII, untuk juara Umum adalah dari SMP Islam Andalusia 1 Kebasen, yang berhasil mempertahankan gelar. Selamat ya bagi pemenang lomba PECETIKAH XII!

Untuk hasil lengkap lomba PECETIKAH XII bisa diakses di : https://bit.ly/hasilpecetikahxii atau bisa kunjungi Instagram : @pecetikah

Sekian dari kami, mohon maaf atas segala kesalahan di PECETIKAH XII. Do'akan agar kami bisa lebih baik di PECETIKAH XIII tahun 2021. Sampai jumpa di PECETIKAH tahun depan!

Beberapa Dokumentasi PECETIKAH XII :


















Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

30 December 2019

8 Ciri-Ciri Hati yang Sehat Menurut Al-Qur'an

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Bagaimana kabarnya ikhwan wa akhwat? semoga selalu baik dan dalam lindungan Allah SWT. Kembali lagi dengan kami rohis exist smada yang disini akan membahas sedikit tentang hati yang sehat menurut Al-Qur'an, bahkan manusia yang baik juga dinilai dari hatinya. 


Sayangnya terhadap perkara hati, banyak manusia yang kurang perhatian. Sangat berbanding terbalik dengan perkara fisik. Misalnya setitik jerawat di wajah saja, untuk mengobatinya akan diusahakan segala cara. Namun, jika sekali saja lisan kita merendahkan sesama, menjatuhkan kehormatannya, sama sekali tidak terasa hati sedang dalam masalah.
Jika noda yang dibiarkan terus menutupi kejernihan hati akan berdampak buruk pada pemikiran dan perbuatannya.


Berikut adalah 8 ciri-ciri hati yang sehat menurut Al-Qur'an: 
1. Hati yang tunduk adalah hati yang selalu tenang dan yakin akan keputusan Allah ta'ala. Hati yang tunduk ini juga dijelaskan dalam QS. Al-Hajj : 54


2. Hati yang selamat adalah hati yang ikhlas karena Allah ta'ala, yaitu dengan kita melakukan semua perbuatan dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Perihal hati yang selamat ada dalam Q.S. Asy-Syura : 89


3. Hati yang kembali adalah hati yang selalu kembali kepada Allah ta'ala, misalnya jika kita melakukan perbuatan dosa kita akan mendapat hidayah dari Allah untuk bertaubat. Hal ini ada di dalam Q.S. Qaf : 33


4. Hati yang takut adalah hati yang merasa takut jika amalnya tidak diterima oleh Allah dan dia selalu khawatir jika tidak selamat dari azab. Hal ini dijelaskan dalam Q.S. Al-Mu'minun : 60


5. Hati yang bertaqwa adalah hati yang selalu mengagungkan syiar-syiar Allah SWT. Perihal ini disebutkan dalam Q.S Al-Hajj : 32


6. Hati yang hidayah adalah hati yang rela dan pasrah dengan ketentuan Allah ta'ala. Hal ini disebutkan dalam Q.S At-Takabur : 11


7. Hati yang  tenang adalah hati yang selalu merasa tentram dengan mengesakan Allah dan selalu mengingat-Nya. Hal ini dijelaskan dalam Q.S Ar-Ra'd : 28


8. Hati yang hidup adalah ketika kita mau merenungkan kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi pada umat-umat terdahulu. Hal ini juga disebutkan dalam Q.S Qaff : 37

Jadi, marilah kita berusaha untuk memperbaiki hati kita supaya lebih baik lagi dan bisa memiliki hati yang sehat. Terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

24 December 2019

Lomba Pelajar SMP/Mts se-eks Karesidenan Banyumas, Kedu, Pekalongan | PECETIKAH XII


Bismillahirrohmanirrahim

Assalamu'alaikum wr wb

Kami dari Rohis SMA Negeri 2 Purwokerto masa khidmat 2019/2020 insyaAllah akan mengadakan lomba Pildarem, Cerdas cermat islam, Tilawah, Kaligrafi, Adzan dan Hadroh (PECETIKAH) untuk SMP/MTs/sederajat se-eks Karesidenan Banyumas, Kedu, Pekalongan yang ke XII dengan tema

17 December 2019

RESUME MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1441H









Assalamu’alaikum sahabat exist!

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya, yang telah membawa kita menuju cahaya kebenaran, yaitu Islam. Dengan segala kegigihannya, beliau telah berhasil membawa Islam menuju kejayaan meskipun banyak rintangan dan celaan yang tiada habisnya dari kaum kafir Quraisy.

Baginda Nabi Muhammad SAW adalah teladan bagi kita, seseorang yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Beliau lahir di Madinah, pada hari Senin, 12 Rabiul Awal, ketika tentara Gajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah menyerang Kakbah. Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sering kita sebut dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Meskipun tidak ada perintah untuk merayakan hari kelahiran Nabi, tetapi sebagian umat islam merayakannya sebagai wujud penghormatan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah, tahun ini Rohis Exist SMA Negeri 2 Purwokerto periode 2019/2020 telah melaksanakan Pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H. Diharapkan dengan adanya acara ini, siswa-siswi dapat meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT, dan menambah rasa mahabbah kita kepada Nabi Muhammad SAW.

Pengajian kali ini diisi oleh K.H. Muhammad Abror, pengasuh PP. Nurul Huda, Langgongsari, Cilongok, Banyumas. Dalam acara yang dilaksanakan pada 8 November 2019, beliau menyampaikan bahwa cinta kita terhadap Rasulullah SAW dapat kita curahkan lewat shalawat.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (memuji dan berdoa) ke atas Nabi (Muhammad SAW). Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu ke atasnya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan kepadanya" (QS. Al Ahzab : 56)

Dengan sholawat, InsyaAllah kita juga akan mendapat banyak kebaikan, seperti dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam An Nasai:
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (H.R. Nasai)

Itu hanya sebagian kecil dari sekian banyak manfaat sholawat. Jadi, marilah kita memperbanyak sholawat agar mendapat kebaikan di dunia dan akhirat.
Semoga dengan diadakannya acara ini, kita dapat mengambil banyak manfaat, dan semoga kita tergolong umat Rasulullah SAW yang kelak mendapat syafa'atnya di hari kiamat, Aamiin.

Sekian dulu dari Rohis Exist Smada, semoga selalu mendapat lindungan dan berkah dari Allah SWT.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

04 May 2019

Keistimewaan Bulan Ramadhan


اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta  pertemukanlah kami pada bulan Ramadhan”
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Marhaban Ya Ramadhan. Tak terasa Ramadhan akan tiba. Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu kedatangannya oleh seluruh umat islam di dunia. Semua orang berlomba-lomba untuk melakukan ibadah di bulan ini, karena pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Begitu banyak keutamaan dan keistimewaan yang ada pada bulan Ramadhan, diantaranya sebagai berikut :
1. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda :
“Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.”(HR. Ahmad)
2. Allah SWT membebaskan penghuni neraka pada setiap malam bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
“ Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan), " Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu." Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka.” (HR Tirmidzi)
3. Puasa bulan Ramadhan adalah sebagai penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadhan berikutnya. Rasulullah SAW bersabda :
" Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-­dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar." (HR Muslim)
4. Puasa Ramadhan bisa menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat puasanya ikhlas. Rasulullah SAW bersabda :
“ Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)
5. Barangsiapa memberi buka orang yang puasa maka mendapat pahala sebanyak pahala orang puasa tersebut.
“ Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR Ahmad)
6. Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan.
Rasulullah SAW pemah ditanya, "Sedekah apakah yang paling mulia?" Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)
7. Orang yang banyak beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan, maka dosa-­dosanya diampuni oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“ Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)
8. Doa orang yang berpuasa adalah mustajab. Rasulullah SAW bersabda:
“ Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya.” (HR Baihaqi)
9. Puasa dan Al-Qur’an yang dibaca pada bulan Ramadhan akan memberi syafa'at kepada orang yang mengerjakannya kelak dihari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:
“ Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafa'at seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, Al-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafa'at buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.”  (HR Ahmad)
10. Orang yang melaksanakan Umrah pada bulan Ramadhan maka mendapat pahala seperti melakukan Haji. Rasulullah SAW bersabda:
“ Sesungguhnya Umrah dibulan Ramadhan sama dengan pahala Haji.” (HR Bukhari)
Nah, beberapa hal diatas merupakan contoh keutamaan yang ada pada bulan Ramadhan. Kita sebagai umat muslim sudah seharusnya meningkatkan ibadah kita di bulan suci ini, diantara dengan memperbanyak sholat malam, membaca Al-Quran, i'tikaf, dan bersedekah tentunya.
Semoga kita termasuk orang yang mendapatkan berkah di bulan Ramadhan ini, aamiin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

15 April 2019

Isra' Mi'raj Rasulullah SAW


"Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 1)


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman semua!
     Alhamdulillah, kita bertemu lagi di bulan Sya'ban yang semoga diberkahi oleh Allah SWT, aamiin.
Tidak terasa bahwa bulan Rajab  sudah melewati  tanggal 27. Tanggal yang indah dan bersejarah bagi umat Islam karena Rasulullah Muhammad mendapat bonus rihlah ilahiyyah yang diabadikan dengan nama Isra’ Mi’raj.
     Isra’ Mi’raj adalah peristiwa yang agung, yaitu Allah SWT memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad SAW untuk melakukan perjalanan mulia bersama malaikat Jibril mulai dari Masjidil Haram (Makkah) menuju Masjidil Aqsha (Palestina). Kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha.
     Imam Bukhari mengisahkan perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam Shahih Bukhari, Juz 5 halaman 52. Intisarinya adalah, suatu ketika Nabi berada di dalam suatu kamar dalam keadaan tidur, kemudian datang malaikat mengeluarkan hati Nabi dan mencucinya, kemudian memberikannya emas yang dipenuhi dengan iman. Kemudian hati Nabi dikembalikan sebagaimana semula. Setelah itu Nabi melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj dengan mengendarai Buraq dengan diantar oleh malaikat Jibril hingga langit dunia, kemudian terdapat pertanyaan, “Siapa ini?” Jibril menjawab: “Jibril.” “Siapa yang bersamamu?” Jibril menjawab, “Muhammad”. “Selamat datang, sungguh sebaik-baiknya orang yang berkunjung adalah engkau, wahai Nabi.” Di langit dunia ini, Nabi bertemu dengan Nabi Adam ‘alaihissalam, Jibril menunjukkan bahwa Nabi Adam adalah bapak dari para nabi. Jibril memohon kepada Nabi Muhammad untuk mengucapkan salam kepada Nabi Adam, Nabi Muhammad mengucapkan salam kepada Nabi Adam As, sebaliknya Nabi Adam juga membalas salam kepada Nabi Muhammad.
    Perjalanan dilanjutkan menuju langit kedua, di sini Nabi bertemu dengan Nabi Yahya dan Nabi Isa. Di langit ketiga, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Yusuf As, di langit keempat, Nabi bertemu dengan Nabi Idris, di langit kelima Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Harun As, di langit keenam, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Musa, Nabi Musa menangis karena Nabi Muhammad memiliki umat yang paling banyak masuk surga, melampaui dari umat Nabi Musa sendiri. Dan terakhir di langit ketujuh, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Ibrahim As. Setelah itu, Nabi Muhammad menuju Sidratil Muntaha, tempat Nabi bermunajat dan berdoa kepada Allah SWT. Kemudian Nabi naik menuju Baitul Makmur, yaitu baitullah di langit ketujuh yang arahnya lurus dengan Ka’bah di bumi, setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk untuk berthawaf di dalamnya.  Kemudian Nabi disuguhi dengan arak, susu, dan madu. Nabi kemudian mengambil susu, Jibril mengatakan: “Susu adalah lambang dari kemurnian dan fitrah yang menjadi ciri khas Nabi Muhammad dan umatnya.”

     Di Baitul Makmur, Nabi Muhammad bertemu dengan Allah SWT. Allah mewajibkan kepada Nabi untuk melaksanakan shalat fardlu sebanyak lima puluh rakaat setiap hari. Nabi menerima dan kemudian kembali pulang, dalam perjalanan, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa As. Nabi Musa mengingatkan bahwa umat Nabi Muhammad tidak akan mampu dengan perintah shalat lima puluh kali sehari, Nabi Musa mengatakan, umatku telah membuktikannya. Lalu meminta kepada Nabi Muhammad untuk kembali pada Allah SWT, mohonlah keringanan untuk umatmu. Kemudian Nabi menghadap kepada Allah dan diringankan menjadi shalat sepuluh kali. kemudian Nabi Muhammad kembali kepada Nabi Musa, dan Nabi Musa mengingatkan sebagiamana yang pertama. Kembali Nabi menghadap Allah hingga dua kali, dan akhirnya Allah mewajibkan shalat lima waktu. Nabi Muhammad kembali pada Nabi Musa, Nabi musa tetap mengatakan bahwa umatmu tidak akan kuat wahai Nabi Muhammad, Nabi Muhammad menjawab, saya malu untuk kembali menghadap pada Allah. Saya ridho dan pasrah kepada Allah
     Imam Ibnu Katsir dalam kitab Bidayah wa Nihayah, Sirah Nabawiyah, Juz 2 halaman 94 menceritakan, keesokan harinya, Nabi menyampaikan peristiwa tentang Isra’ Mi’raj terhadap kaum Quraisy. Mayoritas orang Quraisy inkar terhadap kisah yang disampaikan Nabi Muhammad, bahkan sebagian kaum muslimin ada yang kembali murtad karena tidak percaya terhadap kisah yang disampaikan Nabi. Melihat hal tersebut, Abu Bakar bergegas untuk membenarkan kisah Isra’ Mi’raj Nabi, beliau mengatakan: sungguh aku percaya terhadap berita dari langit, apakah yang hanya tentang berita Baitul Maqdis aku tidak percaya? Sejak saat itu sahabat Abu Bakar dijuluki Nabi dengan sebutan Abu Bakar As-Shiddiq, Abu Bakar yang sangat jujur.

Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari peringatan Isra’ Mi’raj? Ali Muhammad Shalabi dalam Sirah Nabawiyah: ‘Irdlu Waqâi’ wa Tahlîl Ihdats, juz 1 halaman 209 menjelaskan:
1. Isra’ Mi’raj adalah kemuliaan dan keistimewaan dari Allah kepada hambanya tercinta, Nabi Muhammad SAW, Nabi baru saja mengalami hal yang amat menyedihkan, yaitu wafatnya Siti Khodijah sebagai istri tercinta, yang selalu mengorbankan jiwa, tenaga, pikiran, dan hartanya demi perjuangan Nabi, serta wafatnya paman tercinta yaitu Abu Thalib, yang selalu melindungi Nabi dari kekejaman kaum Quraisy. Allah ingin menguatkan hati Nabi dengan melihat secara langsung kebesaran Allah SWT. Sehingga hati Nabi semakin mantap dan teguh dalam menyebarkan Agama Allah SWT. Ini memberikan pelajaran kepada kita, bahwa siapa pun yang berjuang di jalan Allah, dan menegakkan agama, seperti dengan memakmurkan masjid, memakmurkan majlis ilmu, dzikir dan tahlil, Allah akan memberikan kebahagiaan dan keistimewaan baginya.
2. Kewajiban menjalankan shalat lima waktu bagi setiap muslim. Musthofa As Siba’i dalam kitabnya, Sirah Nabawiyah, Durus wa Ibar, jilid 1 halaman 54 menjelaskan bahwa jika Nabi melakukan Isra’ Mi’raj dengan ruh dan jasadnya sebagai mukjizat, sebuah keharusan bagi tiap Muslim menghadap (mi’raj) kepada Allah SWT lima kali sehari dengan jiwa dan hati yang khusyu’. Dengan shalat yang khusyu’, seseorang akan merasa diawasi oleh Allah SWT, sehingga ia malu untuk menuruti syahwat dan hawa nafsu, malu untuk berkata kotor, malu untuk mencaci orang lain, malu untuk berbuat bohong, dan sebaliknya lebih senang dan mudah untuk melakukan banyak kebaikan. Hal tersebut demi untuk mengagungkan keesaan Allah, kebesaran Allah, sehingga dapat menjadi makhluk Allah yang terbaik di muka bumi ini.
3. Isra’ Mi’raj adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW, dengan perjalanan beliau dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Dalam sejarah, Itu adalah perjalanan pertama manusia di dunia menuju luar angkasa, dan kembali menuju bumi dengan selamat. Jika hal ini telah terjadi di zaman Nabi, 1400 tahun yang lalu, hal tersebut memberikan pelajaran bagi umat Islam agar mandiri, belajar, bangkit dan meningkatkan kemampuan, tidak hanya dalam masalah agama, sosial, politik, dan ekonomi, namun juga harus melek terhadap sains dan teknologi. Perjalanan menuju ke luar angkasa adalah sains dan teknologi tingkat tinggi yang menjadi salah satu tolak ukur kemajuan sebuah umat dan bangsa.
4. Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, terdapat penyebutan dua masjid umat Islam, yaitu Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Hal tersebut memberikan pelajaran bagi kita bahwa Masjidil Aqsha adalah bagian dari tempat suci umat Islam. Membela Masjidil Aqsha dan sekelilingnya sama saja dengan membela agama Islam. Wajib bagi tiap muslim sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk selalu berjuang dan berkorban untuk kemerdekaan dan keselamatan Masjidil Aqhsa (Palestina). Baik dengan diplomasi politik, bantuan sandang pangan, maupun dengan harta.

Semoga kita selalu menjadi umat yang selalu dapat mengambil hikmah dan dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini dan mengamalkannya dengan sebaik-baiknya. Allahumma Aamin.
Sekian dari kami ROHIS Smada, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan di masa mendatang. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Sumber:
http://www.nu.or.id/post/read/88638/empat-pelajaran-dalam-peristiwa-isra-miraj
https://www.google.com/search?q=www+nu+online+isra+mi%27raj&oq=www.nu.online+isra+&aqs=chrome.1.69i57j33.19262j0j7&client=ms-android-xiaomi&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8

15 March 2019

Indahnya Bulan Rajab

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat datang di blog Rohis Exist Smada!
     Bagaimana kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT,  aamiin.
Teman- teman, tak terasa kita kembali memasuki bulan Rajab. Entah karena kesibukan atau waktu kita yang kurang berkah, perjalanan hidup serasa semakin cepat. Tiba-tiba saja kita menapaki kembali bulan Rajab. Tiba-tiba saja kita akan menghadapi bulan Sya’ban lalu bulan suci Ramadhan. Sejatinya, tidak ada istilah “tiba-tiba”, karena waktu berjalan linier seperti lazimnya, kecuali timbul dari perasaan pribadi lantaran sikap abai alias tidak peduli.

     Bulan Rajab adalah bulan istimewa. Dalam kitab I‘anatut Thalibin dijelaskan bahwa “Rajab" merupakan derivasi dari kata “tarjib” yang berarti mengagungkan atau memuliakan. Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Rajab biasa juga disebut “Al-Ashabb” (الأصب) yang berarti “yang mengucur” atau menetes”. Dijuluki demikian karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini.

     Bulan Rajab bisa juga dikenal dengan sebutan “Al-Ashamm” (الأصم) atau “yang tuli”, karena tidak terdengar gemerincing senjata pasukan perang pada bulan ini. Julukan lain untuk bulan Rajab adalah “Rajam” (رجم) yang berarti melempar. Dinamakan demikian karena musuh dan setan-setan pada bulan ini dikutuk dan dilempari sehingga mereka tidak jadi menyakiti para wali dan orang-orang saleh.

Allah memasukkan bulan Rajab sebagai salah satu bulan haram alias bulan yang dimuliakan.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. (QS. At-Taubah:36)

     Bulan haram adalah empat bulan mulia di luar Ramadlan, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.  Disebut “bulan haram” (الأشهر الحرم) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan.
     Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi kian bernilai bila dilakukan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Terkait siklus bulanan ini,  Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab masuk dalam kategori al-asyhur al-fadhilah di samping Dzulhijjah, Muharram dan Sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum  di samping Dzulqa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.

     Keistimewaan bulan Rajab juga terletak pada peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW. Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rajab tahun 10 kenabian (620 M). Itulah momen perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu menuju ke sidratul muntaha yang ditempuh hanya semalam. Dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini, umat Islam menerima perintah shalat lima waktu.Begitu agungnya peristiwa ini hingga diperingati tiap tahun oleh kaum muslimin di berbagai belahan dunia.

Saat memasuki bulan Rajab, Rasulullah memberi contoh kita untuk membaca:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”

     Alangkah baiknya jika kita tidak menyianyiakan bulan yang agung ini. Dari berbagai keterangan yang disebutkan tadi, sangat jelas bahwa bulan Rajab memiliki keutamaan lebih di atas bulan-bulan pada umumnya. Ia adalah momen untuk meningkatkan kualitas diri, baik tentang kedekatan kita kepada Allah maupun perbuatan baik kita kepada sesama. Belum tentu tahun berikutnya kita akan berjumpa dengan kesempatan merasakan kembali bulan Rajab.
Berikut beberapa amalan yang dianjurkan pada bulan Rajab:
Memperbanyak istighfar
Puasa
Memperbanyak amal sholeh
Memperbanyak membaca Al Qur’an
Meningkatkan ibadah
Demikian yang dapat kami sampaikan untuk artikel kali ini,  kritik dan saran sangat diharapkan demi perbaikannya di masa mendatang,  semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat,  aamin.
Sampai jumpa di artikel selanjutnya,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

09 February 2019

PECETIKAH XI


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hallo semuanya! Bertemu lagi dengan kami, Rohis Smada, yang kali ini akan menceritakan sedikit tentang kegiatan PECETIKAH XI kemarin.

Sebelum itu, bagaimana kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin...

Nah, teman-teman sudah tahu belum, apa sih PECETIKAH itu?

PECETIKAH adalah lomba tahunan yang diadakan oleh Rohis SMA Negeri 2 Purwokerto. Lomba-lomba yang diadakan yaitu Pildarem, Cerdas Cermat Islam, Tilawah, Kaligrafi, Adzan, dan Hadroh. Dan, alhamdulillah untuk pertama kalinya PECETIKAH tahun ini menyelenggarakan lomba adzan yang berjalan dengan lancar dan sukses. PECETIKAH tahun ini diadakan pada hari Minggu, 27 Januari 2019. Alhamdulillah, selama perlombaan berlangsung tidak ada kendala dan gangguan yang berarti.

Dan untuk juaranya, siapa sih juaranya? Alhamdulillah, tahun ini juara umum PECETIKAH XI diraih oleh SMP Islam Andalusia 1 Kebasen. Selamat ya, untuk SMP Islam Andalusia! Semoga bermanfaat apa yang telah diraih kalian. Dan untuk kalian yang belum menjadi pemenang,  tetap semangat dan terus berlatih untuk PECETIKAH XII tahun 2020 ya! Juga untuk teman-teman yang belum mengikuti PECETIKAH tahun ini, jangan sampai kelewatan berpartisipasi di PECETIKAH XII tahun depan. Selalu semangat dan jangan menyerah!

Sekian dari kami, mohon maaf atas segala kesalahan di PECETIKAH XI. Do'akan agar kami bisa lebih baik di PECETIKAH XII tahun 2020. Sampai jumpa di PECETIKAH tahun depan!

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.