13 December 2011

Media Dakwah Islam

Saat ini kita terjebak dalam era yang sangat membingungkan. Zaman yang saya namai sebagai “Era si Genius Dungu”. Well, seperti yang kita tau sekarang semuanya serba canggih. Apa saja yang kita butuhkan dapat terpenuhi, terakses dengan cepat. Siapa yang bisa memungkiri? Kecuali anda hidup di pelosok pedesaan, tidak mengikuti IPTEK, dan tidak-mau-tau-apapun. Okey, mari sebut ini sebagai jenius (mengingat perkembangan yang cukup cepat dari kereta kuda menjadi kereta disel). Dan dungunya, bagaimana mungkin kita lupa bahwa itu semua dari Allah? Kekuasaan Allah? Kita terlalu sibuk dan asyik pada “milik”-Nya. Terlena oleh logika, sehingga Zat tidak tampak yang selalu mengasihi kita siang malam terabaikan, terlupakan. Bahkan tidak lagi dipercaya. Nauzubillah…

Dan pada zaman yang sudah terbolak-balik ini, dakwah bukanlah perkara mudah. Saat ini, banyak generasi muda yang percaya-gak percaya dengan apa yang disampaikan oleh para ulama. Lalu mereka bisa tahu berbagai hukum dan aturan-aturan Islam dari mana? Salah satu teman saya menceletuk dengan santai saat saya mendiskusikan hal ini dengannya, “Al-Quran dan Hadis.” Ah, jawaban naif. Mana mungkin anak zaman sekarang mau buka al-Quran dan hadis? Tapi kabar baik dari sikap acuh tak acuh ini, mereka jadi tidak mudah terjerumus dalam berbagai aliran yang tidak bertanggung jawab. Yah, setidaknya ada sisi positifnya. Sedikiiitt..

Lalu bagaimana cara dakwah yang pas pada era ketika telinga ditulikan saat mendengar ceramah atau kajian agama? Saya akan menjawab dengan mantap, dengan cara visual. Generasi kita butuh contoh. Generasi kita butuh teladan, hal yang bisa ditiru, dibuktikan secara real, bukan hanya kalimat menggebu-gebu penuh dalil. Bukan maksud saya mengatakan bahwa saya tidak setuju atau kontra dengan metode pengajian dan sebagainya. Tapi khususnya untuk para remaja, mereka terlebih dahulu membutuhkan teladan sehingga saat mereka mendengarkan kajian atau ceramah, mereka tidak beranggapan itu nonsense, naif, atau “Dimulai dari lo sendiri deh, ustadz.”

Selain itu, menurut hasil pengamatan saya, generasi kita adalah generasi yang mudah bosan. Na’asnya bosan di sini terutama dalam hal yang berbau positif. Misalnya bosan jika disuruh sholat tepat waktu, bosan jika disuruh baca al-Quran (tapi jika disodori novel Twilight setebal bantal langsung dilahap, dan gak bosan-bosan), bosan disuruh belajar, bahkan bosan sekolah. Jika sekolah yang menyenangkan (mendapat ilmu baru setiap harinya, bertemu teman-teman, diberi uang saku, bisa bertemu si dia, dan sebagainya) saja generasi kita bisa mengalami kejenuhan, apalagi mendengarkan ceramah dimana mereka pasif? Hanya duduk dan mendengarkan? Melihat seseorang tampil di depan umum bergelagat seperti pendakwah saja sudah membuat kaum remaja bosan. Sinyal-sinyal, ‘Hei, aku mau berdakwah nih!’ tidak butuh waktu lama untuk membuat remaja ingin lari. Kita butuh sesuatu yang baru untuk dakwah, sesuatu yang menyenangkan. Misalnya bagi pendakwah harus pintar-pintar mengawali dakwahnya supaya tidak terkesan membosankan dari awal juga menarik perhatian audiens. Contoh saja Pak Solikhin yang pintar membuat suara-suara unik dan senda gurau tapi tanpa mengesampingkan tujuan dakwahnya. Atau gunakan metode membiarkan mereka sendiri yang mengolah bahan mentah yang kita berikan. Seperti mengajak menonton film yang bernafaskan Islam seperti My Name is Khan, atau film bergender pendidikan seperti 3 Idiot, atau melalui novel-novel. Dari situ nanti, kita membantu mereka mengolah info atau bahan yang mereka saksikan atau dapatkan. Sehingga, generasi kita tidak merasa jenuh, dan dakwah juga lebih mudah.// oleh Atsmarina Widyadhari

04 December 2011

Tahun baruan, yuk !

Udah jadi tradisi negara kita merayakan tahun baru masehi. Disana-sini pada niup terompet, nyalain kembang api de el el. Memang buat kita umat muslim ga wajib merayakan tahun baru hijriyah apalagi tahun baru masehi. Malah menurut beberapa pihak merayakan tahu baru = dosa. Allah SWT juga berfirman :

اللهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَاالْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي اْلأَخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ

“Dan mereka (orang-orang kafir) berbangga-bangga dengan kehidupan dunianya, padahal tidaklah kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, kecuali hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (Q.s. Ar-Ra’d: 26)

Naah , jadi bagaimana menurut kalian ?. sebetulnya gak apa sih kita rayain tahun baru ini .. asal cara kita ngerayain diubah dikiit aja .. mau tau ? cekidoot !

Ini nih cara kita umat islam ngerayain tahun baru :

1. Berbagi kebahagiaan bersama orang lain

Tahun baru bukan ajang menguras dompet mas n mba bro ! dompet kalian yang tebel itu malah seketika menipis ketika kalian memilih hura-hura buat ngerayain tahun baru dan musti terlunta-lunta waktu tahun baru habis. Mendingan tahun baru kita isi dengan saling berbagi dan bahagia sama-sama. Apa sih yang bisa bikin kita lebih bahagia dari berbagi sama orang lain ? bukan nguras duit, kita bisa dapet rizki yang berlipat. Apapun itu, berbagi maknan, berbagi coklat, permen. Gak harus yang mihil-mihil kok ! kebahagiaan bukan dari barangnya tapi dari kebersamaan dan keikhlasannya. jadi, bagilah apa yang bisa kalian bagi (menurut ana). Hehe

2. Ngaji (lebih seru bareng temen2 )

Seperti yang udah disebutin diatas, beberapa pihak nganggep tahun baruan = dosa. Bisa gak sih kita sulap aja tuh kata dosa jadi “pahala yang banyaaaaak banget”. Of course bisa ! jalan buat dapet pahala itu banyak banget . salah satunya yaa ngaji, bayangin .. betapa indahnya kalo nunggu detik-detik tahun baru itu pake ngaji, bareng temen-temen lagi..dijamin di hari tahun baru itu lebih bermakna dan berpahala, hehe. Itung-itung nabung buat akhirat. Kalian bisa bangga dikit pas di akhirat ditanya “apa yang kamu lakuin semasa tahun baru di dunia?” (kayaknya gak ada pertanyaan kayak gitu deh, tapi siapa tau ada malaikat lewat tiba-tiba nanya?.. wallahualam)

3. Galau bersama

Ana tau apa yang kalian pikirkan pas baca yang diatas ini : cinta. Ya emang bener sih ana disini mau ngebahas cinta. Tapi bukan cinta sesama manusia apalagi sesama jenis. Maksud ana “cinta” disini itu cinta sama ALLAH SWT. Pas tahun baruan nanti kita galau bareng-bareng gitu. Nyesel kita bikin dosa setahun ini, padahal setahun ini ALLAH saking sayangnya sama kita, masih mau ngasih kita kesempatan di dunia, ya kesempatan belajar, kesempatan ngaji (ngaji sama belajar sama aja kali ya), berbakti sama orang tua, guru, de el el. Ya masih ada banyak galau galau lainnya. Kalian bisa create sendiri galau versi kalian.

4. Banyakin doa

Secara new year itu berarti umur kita semua berkurang, berarti kesempatan minta ini itu sama Allah juga berkurang. Kita perbanyak berdoa kita selagi masih bisa berdoa. Asal doanya itu baik-baik insyaAllah bakalan dikabulin kok. Doain juga orang-orang yang sudah mendahului kita juga. Jangan lupa doa-doanya diiringi dengan ibadah kita yang rajin. Pasti lebih express terkabulnya ^^

Sebenernya masih banyak lagi yang bisa kalian lakuin biar new year kalian lebih bermakna dan berpahala. Yaa kalian bisa sebutin satu satu sendiri kalo mau :p. Oyaaaa jangan lupa, apa yang udah disebutin diatas musti pake kunci.| Hah ? kunci? Apaan ? ga punya ! | kunci itu bisa kalian buat sendiri. Tau ga apa ?? ya pinter yang jawab IKHLAS ! hehehe , segini yang bisa ana sampein .. kalo ada kata-kata yang ga berkenan mohon dimaafin karena kesalahan milik kita dan kesempurnaan itu hanya milik Allah semata. Semoga Allah selalu meridhoi kita, dan semoga kita bisa ngerayain New Year besok dengan penuh makna en pahala ^^ aamiin

07 November 2011

DARI FORMULIR SAMPAI PELANTIKAN ROHIS SMADHA

DARI FORMULIR SAMPAI PELANTIKAN ROHIS SMADHA

24 juli 2011...

SMA N 2 PURWOKERTO (SMADHA) saat itu sedang mengadakan pengajian dalam rangka isra mi’raj bersama di Lapangan SMA N 2 Purwokerto. Murid-murid kelas X sampai XII datang di event tersebut. Setelah prosesi-prosesi pengajian dan ditutup, akhirnyaa ~ bukan pulang (yaaah) ROHIS mengumumkan bahwa pendaftaran pengurus ROHIS SMA N 2 Purwokerto dibuka (say yeah!). Murid-murid SMADHA yang berminat menjadi pengurus ROHIS langsung mengerubungi podium minta formulir bak ipin ngejer ayam goreng. Tentu saja kami segera mengisi formulir dan mengumpulkannya lagi sebelum hari formulirnya expired.

14 agustus 2011...

Tidak lama setelah formulirnya expired, kami menghadapi test tertulis CPR 2011/2012. Kami panas dingin menghadapinya. Test dimulai jam 13.00 dan berakhir jam 14.30. Soalnya? Ada sekitar 50-60 soal. Gak gampang sih, paling nggak ada yang bisa keisi di lembar jawaban (bercanda). Kami berjuang keras bersaing biar bisa stay position di CPR dan gak tereliminasi. Kata “wow” mungkin bisa mewakilkan jumlah peserta saat itu. 93 siswa bersaing ketat, mengingat quota pengurus ROHIS tahun ini dikurangi jadi 55. Gak kebayang perjuangan siang-malamnya pengurus ROHIS kelas XII ngoreksi jawaban-jawaban kami. Semangat Akhi, Ukhti !

Sehari

Dua hari

Dua hari setengah

Tiga hari

Yap, setelah tiga hari kami test tertulis, akhirnya hasilnya dipajang juga. Dari 93 siswa, jadi sekitar 70 siswa yang tersisa. Eitttsss ! ini belum final. Masih ada test yang harus kami lewati ! semangat ya bacanya ! hehe

20 sampai 21 agustus 2011...

2 hari 1 malam kami menginap di sekolah untuk melewati test yang satu ini. Dalam test ini kami dibagi jadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok punya 1 ketua. Tugas kami kali ini, kami mesti membuat contoh anggaran kegiatan, desain mading dan bikin brosur pesimis dalam 1 malam. Fiuuhhh, kami terus berjuang dan lembur biar tugas bisa selesai. Namun acara lembur massal kami ini terpotong karena ada sharing antar CPR di bangsal. Jiwa kami diisi dengan renungan malam itu. Kamipun menangis bersama. Capek menangis, kami tidur (payah! Mana lemburnya?!). Tapi semuanya clear kok. calm down man! Hidup jangan dibikin susah !

Besoknya, kami MCK , lalu siap-siap wawancara CPR. Untuk wawancara CPR ada beberapa pos yang harus kami masuki. Setiap pos mewakili satu, atau dua departemen. Kami mulai berjalan dengan kelompok masing-masing. Mencari pos yang kosong, lalu wawancara. Pertanyaannya macam-macam sesuai departemen yang kami masuki. Untuk akhwat, ada pos keputrian, kami harus unjuk gigi bicara di depan pewawancara layaknya bicara di acara keputrian, ada juga pos sekretaris, bendahara, publikasi, dan masih banyak lagi. Untuk ikhwan, gak ada departemen keputrian, adanya departemen dakwah. Oh iya, wawancara ini juga sendiri-sendiri, maksudnya akhwat wawancara dengan akhwat, ikhwan wawancara dengan ikhwan. Kalau menurut saya, pos yang paling bikin tangan kayak es itu pos CHA atau ACH atau HAC atau apalah namanya, saya agak lali. Itu pos untuk akhwat. Pertanyaanya itu cesss banget. Entahlah, pokoknya pos itu yang bener-bener bikin saya grogi. Setelah selesai, kami langsung shalat dan istirahat di kelas. Tepat jam 3, Lipo ditutup. Fiuhh (ikutan capek ya bacanya?)

Gak lama setelah itu, ada pengumuman CPR yang lolos di mading Mushola At-Tahrim. Wait a minute .. ini udah pas 55 ! berarti gak ada wawancara lagi dong ?? kalaupun ada, siapa yang bakal tereliminasi??

Jawab : masih ada kok

Yaap, perjuangan itu gak akan pernah berakhir selama kita masih hidup ! kami masih harus berhadapan dengan Pak Daud Buwang dan Pak Solihin. Ikhwan diwawancara dengan Pak Daud, sementara akhwat diwawancara dengan Pak Solihin. Baru satu kelompok diwawancara, suara adzan dari mushola menggema. Langsung saja kami pergi ke mushola, sementara wawancara dipending.

Jreng jreeeng, tak diduga Pak Solihin dan Pak Daud langsung meloloskan semua CPR karena dianggap sudah siap dan niat untuk menjalankan amanah. Alhamdulillah, kami memang siap kok pak.. hehe

Setelah kami terpilih, kami dikumpulkan dalam rapat untuk memilih ketua ROHIS dan Ketua Akhwat. Namun ini belum final, masih ada pertimbangan.

Hari-hari kami diisi dengan rapat. Ada kalanya juga kami bersama-sama membersihkan mushola, mengganti gorden mushola, merapikan isi lemari buku perpustakaan mushola. Semua dilakukan bersama-sama. Semuanya memang terasa cepat dan asyik kalau tdak dilakukan sendiri alias sama-sama.

30 Oktober 2011

Sehari sebelum tanggal diatas, kami latihan pelantikan. Sempat ribut-ribut sendiri, tapi serius lagi mengingat waktu latihan gak sampe 24 jam. Latihan kami dikoordinatori oleh Akhi Ali dan Akhi Dwi Cahya Pramanda. Yak , kami benar-benar siap.

Esoknya (tanggal diatas), kami pelantikan berbarengan dengan PAP kelas X. Kami sempat latihan sekali lagi. And..it’s the time ! kami dipanggil satu persatu, tanda pelantikan sudah dimulai. Setelah semuanya sudah dipanggil, kami mengucapkan ikrar pengurus ROHIS. Lalu amanat yang lumayan (lama) dari Pak Solihin. Diteruskan dengan penandatanganan serah terima jabatan, penyerahan pin dari Akhi Ali ke Akhi Setio Wahono (ketua umum ROHIS 2011/2012). Pelantikan selesai, eh.. belum. Akhi Setio Wahono masih berpidato di depan siswa kelas X. Seusai itu, kami berkumpul di bangsal, tambahan sedikit dari Akhi Ali buat Pengurus ROHIS 2011/2012

Yapp, kami memang gak sekuat Mr.Hercules, gak sepinter Mr.Einstein, tapi kami punya satu kekuatan besar. Kami saling membantu, mengingatkan, dan menguatkan satu sama lain. Because we are family now..

-ROHIS SMADHA-

08 October 2011

Islam Untuk Jermaine Jackson

Nama Jermaine Jackson memang tidak sepopuler adiknya, mendiang Michael Jackson. Tapi pecinta musik pop, sempat mengenalnya sebagai seorang penyanyi, dunia gemerlap yang ditinggalkannya setelah memeluk Islam.

Sekarang, agama Islam menjadi bagian yang terpisahkan dari hidupnya. Jermaine, yang menyandang nama islami Muhammad Abdul Aziz ini, menceritakan perjalanannya menemukan cahaya Islam.

Kisahnya bermula pada tahun 1989. Ia bersama saudara perempuannya sedang menggelar konser ke sejumlah negara Timur Tengah, salah satunya Bahrain, dimana ia mendapat sambutan paling hangat dari para penggemarnya.

Selama berada di Bahrain, Jermaine berkesempatan bertemu dengan beberapa anak-anak dan berdialog dengan mereka. “Saya bertanya tentang banyak hal pada mereka dan mereka juga menanyakan pertanyaan khas anak-anak yang polos,” kenang Jermaine.

Interaksi singkat dengan anak-anak di Bahrain rupanya membekas di hati Jermaine, dan membawanya dalam sebuah diskusi panjang tentang Islam dengan sejumlah cendikiawan Muslim.

Diskusi-diskusi itu menimbulkan getaran-getaran kuat dalam pikirannya. Jermaine berusaha meyakinkan dirinya bahwa tak terjadi apa-apa. Namun ia gagal dan tak bisa menyembunyikan lagi perasaannya bahwa Islam telah memanggilnya. Dalam hati ia merasa bahwa dirinya sudah masuk Islam.

“Saya mengungkapkan hal ini pertama kali pada teman keluarga saya, Qunber Ali. Pada saat yang sama, ia ingin mengajak saya ke Riyadh, Arab Saudi. Kala itu, saya masih belum tahu banyak tentang Islam,” ujar Jermaine.

“Tapi di sana, ditemani oleh satu keluarga Saudi, saya pergi ke Makkah untuk menunaikan 'umrah'. Di kota Makkah-lah, untuk pertama kalinya secara terbuka saya menyatakan masuk Islam,” ungkapnya.

Jermain menyatakan, setelah masuk Islam, ia merasa seolah-olah telah terlahir kembali. Dalam Islam.

“Hanya Islam yang memberikan jawaban yang memuaskan. Untuk pertama kalinya, saya jadi percaya dengan agama itu sendiri. Saya berdoa, seluruh anggota keluarga saya bisa menghargai semua fakta ini,” harap Jermaine.

Ketika kembali ke AS, Jermaine melihat bagaiman media massa di AS menyebarkan propaganda buruk tentang Islam dan Muslim. Sebagai muslim, Jermaine sempat terkena gosip tak sedap yang mengganggu pikirannya. Namun ia bertekad akan melakukan yang terbaik untuk meluruskan citra negatif yang digambarkan media massa AS tentang Islam dan Muslim.

Ketika kembali AS, Jermaine membawa banyak buku tentang Islam dari Arab Saudi. Menurutnya, Michael Jackson--sang adik--tertarik membaca buku-buku itu dan meminta izin untuk membaca dan mempelajarinya.

“Sebelum ini, cara pandang Michael pada Islam dan Muslim sangat terpengaruh dengan propaganda media massa. Ia tidak memusuhi Islam, tapi juga tidak begitu menunjukkan rasa suka pada Muslim. Tapi setelah membaca buku-buku itu, Michael lebih banyak diam dan tidak mengatakan hal-hal yang buruk tentang Muslim,” papar Jermaine.

Ibu Jermaine yang tahu putranya sudah menjadi Muslim pun bertanya, apakah Jermaine mengambi keputusan itu dengan mendadak, atau setelah melalui pemikiran yang dalam dan panjang. Jermaine dengan mantap menjawab, “Saya memutuskannya setelah memikirkannya dalam-dalam.” Sementara adi perempuan Jermaine, Janet Jackson, cuma bisa tercengang mengetahui sang kakak menjadi seorang muslim.

Bagi Jermaine, masyarakat Muslim menjadi tempat yang paling aman di seluruh planet bumi. Ia mencontohkan kehidupan kaum perempuan. Kaum perempuan di Amerika mengenakan busana yang menggoda kaum lelaki melakukan pelecehan. Hal semacam itu tidak terpikirkan di tengah masyarakat Muslim.

“Saya yakin, jika ada tempat dimana kemanusiaan masih dijunjung tinggi, tempat itu tidak lain adalah masyarakat muslim. Pada saatnya, dunia akan mengakui realita ini,” tandas Jermaine.

Jermaine kini hidup bahagia bersama istri dan dua anaknya. Ia menerapkan kehidupan islami di tengah keluarganya, dan membimbing istrinya untuk terus mempelajari Islam.

sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/anak-anak-bahrain-mengantar-jermaine-jackson-pada-cahaya-islam.htm

30 September 2011

Nasihat Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra

Khalifah Umar bin Khattab ra adalah legenda kepemimpinan dan ketaqwaan, masa mudanya berada dalam kerusakan. Sebagai preman paling ditakuti di Pasar Ukaz di Kota Mekkah pada saat itu. Dan setelah menerima hidayah Islam beliau berubah 180 derajat. Namanya kini melegenda menempati urutan ke 51 sebagai orang yang paling berpengaruh sepanjang masa menurut penulis barat terkenal bernama Michael H. Hart. Berikut nasihatnya yang sangat berharga.

Barangsiapa takut kepada Allah SWT niscaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. ~ Sayidina Umar bin Khattab

Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.

Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. ~ Sayidina Umar bin Khattab

Manusia yang berakal ialah manusia yang suka menerima dan meminta nasihat.-Umar bin Khatab-

Umar bin Khattab: “duduklah dengan orang-orang yang bertaubat, sesungguhnya mereka menjadikan segala sesuatu lebih berfaedah.” (Tahfdzib Hilyatul Auliya I/71)

Umar bin Khattab: “Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai.” (Al Bayan wa At Tabyin III/ 126)

Umar bin Khattab: “Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya.” (Ihya’ Ulumuddin 4/203)

Umar bin Khattab: “Hendaklah kalian menghisab diri kalian pada hari ini, karena hal itu akan meringankanmu di hari perhitungan.” (Shifatush Shafwah, I/286)

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~ Khalifah ‘Umar

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. ~ Khalifah ‘Umar

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. ~ Sayidina Umar bin Khattab

Barangsiapa yang jernih hatinya, akan diperbaiki Allah pula pada yang nyata di wajahnya.-Umar bin Khatab-

Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk kepadanya.-Umar bin Khattab-

Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah-lembut.-Umar bin Khattab-

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.-Umar bin Khatab-

sumber:http://kisahislami.com/nasihat-amirul-mukminin-umar-bin-khattab-ra/

26 September 2011

FATWA IMAM SYAFI’I YANG PERLU DIKETAHUI

__________________________________________________________________________________
Ramai yang mengaku bermazhab Syafi’e dan mengakui mengikuti serta mempraktikkan Islam berdasarkan istinbat hukum oleh imam asy-Syafi’i. Namun, hakikatnya, ramai yang keliru kerana banyak fatwa-fatwa imam asy-Syafi’i yang tidak kita ketahui malah kita mengabaikannya. Padahal semua fatwa-fatwa itu adalah sangat penting dan berkaitan sekitar isu aqidah dan persoalan i’tiqad. Dengan itu, sama-sama lah kita teliti semula beberapa fatwa-fatwa beliau tersebut dan sama-sama kita muhasabah diri.

Fatwa-fatwa ini hanyalah sebahagian kecil dari sejumlah fatwa atau pendapat imam asy-Syafi’i sahaja. Ianya diambil daripada buku/kitab berjudul “Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah”, karya/susunan Dr. Muhammad bin Abdil-Wahab al-’Aqil.

Sama-sama kita teliti,

1 – MERATAKAN KUBURAN

Imam asy-Syafi’e rahimahullah menyatakan:

“Saya suka kalau tanah kuburan itu tidak ditinggikan dan selainnya dan tidak mengambil padanya dan tanah yang lain. Tidak boleh, apabila ditambah tanah dan lainnya menjadi tinggi sekali, dan tidak mengapa jika ditambah sedikit saja sekitar. Saya hanya menyukai ditinggikan (kuburan) di atas tanah satu jengkal atau sekitar itu dari permukaan tanah”. (Syarah Muslim 2/666, Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 1/257)

2 – HUKUM MEMBANGUNKAN BANGUNAN/BINAAN DI KUBURAN

“Saya suka bila (kuburan) tidak dibuat binaan dan bangunan, kerana itu menyerupai penghiasan dan kesombongan, dan kematian bukan tempat bagi salah satu dari keduanya. Dan saya tidak melihat kuburan para sahabat Muhajirin dan Anshar didirikan sebarang binaan. Seorang perawi menyatakan dari Thawus, bahawa Rasulullah s.a.w. telah melarang kuburan dibinakan binaan atau ditembok. Saya sendiri melihat sebahagian penguasa di Makkah menghancurkan semua bangunan di atasnya (kuburan), dan saya tidak melihat para ahli fikih mencela hal tersebut. (al-Umm 1/277. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 1/258)

3 – HUKUM MEMBINA MASJID DI TEMPAT YANG ADA KUBUR

“Saya melarang dibinakan masjid di atas kuburan dan disejajarkan atau dipergunakan untuk solat di atasnya dalam keadaan tidak rata atau solat menghadap kuburan. Apabila ia solat menghadap kuburan, maka masih sah namun telah berbuat dosa”. (al-Umm 1/278. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 1/261)

4 – PERSOALAN FITNAH KUBUR

“Sesungguhnya Azab kubur itu benar dan pertanyaan malaikat terhadap ahli kubur adalah benar.” (al-I’tiqad karya Imam al-Baihaqiy. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/420)

5 – PERSOALAN HISAB, SYURGA, DAN NERAKA

“Hari kebangkitan adalah benar, hisab adalah benar, syurga dan neraka serta selainnya yang sudah dijelaskan dalam sunnah-sunnah (hadis-hadis), lalu ada pada lisan-lisan para ulama dan pengikut mereka di negara-negara muslimin adalah benar.” (Manaqib asy-Syafi’i, karya Imam al-Baihaqiy, 1/415. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/426)

6 – BERSUMPAH DENGAN NAMA SELAIN NAMA ALLAH

“Semua orang yang bersumpah dengan nama selain Allah, maka saya melarangnya dan mengkhuwatirkan pelakunya, sehingga sumpahnya itu adalah kemaksiatan. Saya juga membenci bersumpah dengan nama Allah dalam semua keadaan, kecuali hal itu adalah ketaatan kepada Allah, seperti berbai’at untuk berjihad dan yang serupa dengannya.” (al-Umm 7/61. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 1/271)

7 – PERNYATAAN TENTANG SYAFA’AT

“Beliau (Rasulullah s.a.w.) adalah manusia terbaik yang dipilih Allah untuk menyampaikan wahyu-Nya lagi terpilih sebagai Rasul-Nya dan yang diutamakan atas seluruh makhluk dengan membuka rahmat-Nya, penutup kenabian, dan lebih menyeluruh dan ajaran para rasul sebelumnya. Beliau ditinggikan namanya di dunia dan menjadi pemberi syafa’at, yang syafa’atnya dikabulkan di akhirat.” (ar-Risalah 12-13. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 1/291)

Beliau juga menyatakan tentang syarat diterimanya syafa’at:

“Semalam saya mengambil faidah (istimbath) dari dua ayat yang membuat saya tidak tertarik kepada dunia dan yang sebelumnya. Firman Allah: “...Dia bersemayam di atas ‘Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada keizinan-Nya....” (Surah Yunus, 1O: 3). Dan dalam kitabullah, hal ini banyak: “Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya?” (Surah al-Baqarah, 2: 256) Syafa’at tertolak kecuali dengan izin Allah.” (Ahkamul Qur’an 2/180-181. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 1/291)

8 – PENDIRIAN BERKENAAN ASMA’ WA SIFAT ALLAH

Imam Syafi’e rahimahullah menjelaskan melalui riwayat yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Talib radiallahu ‘anhu:

"Bagi-Nya dua tangan sebagaimana firman-Nya: (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka. Bagi-Nya tangan sebagaimana firman-Nya: Langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Allah mempunyai wajah sebagaimana firman-Nya: Setiap sesuatu akan binasa kecuali Wajah-Nya. Baginya kaki sebagaimana sabda Nabi saw: Sehinggalah Dia meletakkan wajah dan KakiNya. Dia mempunyai jari sebagaimana sabda Nabi sallallahu 'alaihi wa-sallam: Tiadalah hati itu kecuali antara jari-jari dari jari-jari Ar-Rahman (Allah). Kami menetapkan sifat-sifat ini dan menafikan dari menyerupakan sebagaimana dinafikan sendiri oleh Allah sebagaimana difirmankan: (Tiada sesuatu yang semisal dengan-Nya dan Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat)". (Lihat: I’tiqad Aimmah al-Arba'ah Abi Hanifah wa Malik wa Syafi’e wa Ahmad, m/s. 46- 47, Cetakan pertama, 1412 -1992M. Darul 'Asimah Saudi Arabia)

Imam Syafi’e seterusnya menjelaskan:

"Dan Allah Ta'ala di atas 'Arasy-Nya (Dan 'Arasy-Nya) di langit”. (Lihat: I’tiqad Aimmah al-Arba'ah, Abi Hanifah, Malik, Syafie wa Ahmad, m/s. 40)

Imam Syafi’e seterusnya menjelaskan lagi:

"Kita menetapkan sifat-sifat (mengithbatkan sifat-sifat Allah) sebagaimana yang didatangkan oleh al-Quran dan yang warid tentangNya dari sunnah, kami menafikan tasybih (penyerupaan) tentangNya kerana dinafikan oleh diriNya sendiri sebagaimana firmanNya (Tiada sesuatu yang semisal denganNya)". (Lihat: I’tiqad Aimmah al-Arba'ah, Abi Hanifah, Malik, Syafie wa Ahmad, m/s. 42)

Imam Syafi’e telah menjelaskan juga tentang turun naiknya Allah Subhanahu wa-Ta’ala:

"Sesungguhnya Dia turun setiap malam ke langit dunia (sebagaimana) menurut khabar dari Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam". (Lihat: I’tiqad Aimmah al-Arba'ah, Abi Hanifah, Malik, Syafie wa Ahmad, m/s. 47)

Berkata Imam Syafi’e rahimahullah:

"Sesungguhnya Allah di atas ‘Arasy-Nya dan ‘Arasy-Nya di atas langit" (Lihat: Iktiqad Aimmah al-Arba'ah, Abi Hanifah, Malik, Syafie wa- Ahmad. Hlm. 179)

Ibnu Taimiyah, Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam Syafi’e ada kesepakatannya dalam meyakini tentang turun-naiknya Allah iaitu berlandaskan hadis:

"Tuhan kita turun ke langit dunia pada setiap malam apabila sampai ke satu pertiga dari akhir malam, maka Ia berfirman: Sesiapa yang berdoa akan Aku perkenankan, sesiapa yang meminta akan Aku tunaikan dan sesiapa yang meminta keampunan akan Aku ampunkan". (H/R Bukhari (1141), Muslim (758), Abu Daud (4733), Turmizi (4393), Ibn Majah (1366) dan Ahmad (1/346))

9 – SIKAP IMAM ASY-SYAFI’E TERHADAP SYI’AH

Dari Yunus bin Abdila’la, beliau berkata: Saya telah mendengar asy-Syafi’i, apabila disebut nama Syi’ah Rafidhah, maka ia mencelanya dengan sangat keras, dan berkata: “Kelompok terjelek! (terhodoh)”. (al-Manaqib, karya al-Baihaqiy, 1/468. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/486)

“Saya belum melihat seorang pun yang paling banyak bersaksi/bersumpah palsu (berdusta) dari Syi’ah Rafidhah.” (Adabus Syafi’i, m/s. 187, al-Manaqib karya al-Baihaqiy, 1/468 dan Sunan al-Kubra, 10/208. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/486)

“asy-Syafi’i berkata tentang seorang Syi’ah Rafidhah yang ikut berperang: “Tidak diberi sedikit pun dari harta rampasan perang, kerana Allah menyampaikan ayat fa’i (harta rampasan perang), kemudian menyatakan: Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami”. (Surah al-Hasyr, 59: 10) maka barang siapa yang tidak menyatakan demikian, tentunya tidak berhak (mendapatkan bahagian fa’i).” (at-Thabaqat, 2/117. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/487)

10 – SIKAP IMAM ASY-SYAFI’E TERHADAP KAUM (ORANG-ORANG) SUFI

“Seandainya seorang menjadi sufi (bertasawwuf) di pagi hari, niscaya sebelum datang waktu Zuhur, engkau tidak dapati ia, melainkan telah menjadi orang bodoh.” (al-Manaqib lil Baihaqiy, 2/207. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/503)

“Tidaklah seorang sufi menjadi sufi, hingga memiliki empat sifat: malas, suka makan, sering merasa sial, dan banyak berbuat sia-sia.” (Manaqib lil Baihaqiy, 2/207. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/504)

“Asas tasawwuf adalah kemalasan.” (al-Hilyah 9/136-137. Manhaj Imam asy-Syafi’i fi Itsbat al-Aqidah, 2/504)
Posted by Nawawi Bin Subandi