15 March 2019

Indahnya Bulan Rajab

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat datang di blog Rohis Exist Smada!
     Bagaimana kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT,  aamiin.
Teman- teman, tak terasa kita kembali memasuki bulan Rajab. Entah karena kesibukan atau waktu kita yang kurang berkah, perjalanan hidup serasa semakin cepat. Tiba-tiba saja kita menapaki kembali bulan Rajab. Tiba-tiba saja kita akan menghadapi bulan Sya’ban lalu bulan suci Ramadhan. Sejatinya, tidak ada istilah “tiba-tiba”, karena waktu berjalan linier seperti lazimnya, kecuali timbul dari perasaan pribadi lantaran sikap abai alias tidak peduli.

     Bulan Rajab adalah bulan istimewa. Dalam kitab I‘anatut Thalibin dijelaskan bahwa “Rajab" merupakan derivasi dari kata “tarjib” yang berarti mengagungkan atau memuliakan. Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Rajab biasa juga disebut “Al-Ashabb” (الأصب) yang berarti “yang mengucur” atau menetes”. Dijuluki demikian karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini.

     Bulan Rajab bisa juga dikenal dengan sebutan “Al-Ashamm” (الأصم) atau “yang tuli”, karena tidak terdengar gemerincing senjata pasukan perang pada bulan ini. Julukan lain untuk bulan Rajab adalah “Rajam” (رجم) yang berarti melempar. Dinamakan demikian karena musuh dan setan-setan pada bulan ini dikutuk dan dilempari sehingga mereka tidak jadi menyakiti para wali dan orang-orang saleh.

Allah memasukkan bulan Rajab sebagai salah satu bulan haram alias bulan yang dimuliakan.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. (QS. At-Taubah:36)

     Bulan haram adalah empat bulan mulia di luar Ramadlan, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.  Disebut “bulan haram” (الأشهر الحرم) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan.
     Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi kian bernilai bila dilakukan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Terkait siklus bulanan ini,  Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab masuk dalam kategori al-asyhur al-fadhilah di samping Dzulhijjah, Muharram dan Sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum  di samping Dzulqa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.

     Keistimewaan bulan Rajab juga terletak pada peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW. Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rajab tahun 10 kenabian (620 M). Itulah momen perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu menuju ke sidratul muntaha yang ditempuh hanya semalam. Dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini, umat Islam menerima perintah shalat lima waktu.Begitu agungnya peristiwa ini hingga diperingati tiap tahun oleh kaum muslimin di berbagai belahan dunia.

Saat memasuki bulan Rajab, Rasulullah memberi contoh kita untuk membaca:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”

     Alangkah baiknya jika kita tidak menyianyiakan bulan yang agung ini. Dari berbagai keterangan yang disebutkan tadi, sangat jelas bahwa bulan Rajab memiliki keutamaan lebih di atas bulan-bulan pada umumnya. Ia adalah momen untuk meningkatkan kualitas diri, baik tentang kedekatan kita kepada Allah maupun perbuatan baik kita kepada sesama. Belum tentu tahun berikutnya kita akan berjumpa dengan kesempatan merasakan kembali bulan Rajab.
Berikut beberapa amalan yang dianjurkan pada bulan Rajab:
Memperbanyak istighfar
Puasa
Memperbanyak amal sholeh
Memperbanyak membaca Al Qur’an
Meningkatkan ibadah
Demikian yang dapat kami sampaikan untuk artikel kali ini,  kritik dan saran sangat diharapkan demi perbaikannya di masa mendatang,  semoga apa yang kami sampaikan dapat bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat,  aamin.
Sampai jumpa di artikel selanjutnya,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

09 February 2019

PECETIKAH XI


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hallo semuanya! Bertemu lagi dengan kami, Rohis Smada, yang kali ini akan menceritakan sedikit tentang kegiatan PECETIKAH XI kemarin.

Sebelum itu, bagaimana kabar teman-teman semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin...

Nah, teman-teman sudah tahu belum, apa sih PECETIKAH itu?

PECETIKAH adalah lomba tahunan yang diadakan oleh Rohis SMA Negeri 2 Purwokerto. Lomba-lomba yang diadakan yaitu Pildarem, Cerdas Cermat Islam, Tilawah, Kaligrafi, Adzan, dan Hadroh. Dan, alhamdulillah untuk pertama kalinya PECETIKAH tahun ini menyelenggarakan lomba adzan yang berjalan dengan lancar dan sukses. PECETIKAH tahun ini diadakan pada hari Minggu, 27 Januari 2019. Alhamdulillah, selama perlombaan berlangsung tidak ada kendala dan gangguan yang berarti.

Dan untuk juaranya, siapa sih juaranya? Alhamdulillah, tahun ini juara umum PECETIKAH XI diraih oleh SMP Islam Andalusia 1 Kebasen. Selamat ya, untuk SMP Islam Andalusia! Semoga bermanfaat apa yang telah diraih kalian. Dan untuk kalian yang belum menjadi pemenang,  tetap semangat dan terus berlatih untuk PECETIKAH XII tahun 2020 ya! Juga untuk teman-teman yang belum mengikuti PECETIKAH tahun ini, jangan sampai kelewatan berpartisipasi di PECETIKAH XII tahun depan. Selalu semangat dan jangan menyerah!

Sekian dari kami, mohon maaf atas segala kesalahan di PECETIKAH XI. Do'akan agar kami bisa lebih baik di PECETIKAH XII tahun 2020. Sampai jumpa di PECETIKAH tahun depan!

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

21 January 2019

Sehat ala Rasulullah SAW

Assalamu'alaikum teman-teman semuanya!

Berjumpa lagi dengan kami rohis smada yang tentunya akan membagikan sesuatu yang bermanfaat,  insyaallah.
Bagaimana kabar teman-teman semuanya? Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT, aamiin. Apalagi sekarang sedang musim penghujan,  sering ada badai,  dan terkadang cuaca tidak menentu. Kondisi ini rentan membawa penyakit yang menyerang kekebalan tubuh kita,  lho. Jadi harusnya kita selalu menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit tersebut. Tapi,  bagaimana caranya?

Baiklah,  terkait dengan hal ini kita akan membahasnya dalam kegiatan rutin PSP bersama Bu Ratna,  bagaimana kiat-kiat hidup sehat menurut Rasulullah SAW.
Mari simak berikut ini!

1. Pertama kali yang masuk dalam tubuh Rasul adalah udara segar. Seperti diketahui, beliau punya kebiasaan bangun untuk salat pada sepertiga malam terakhir, dan udara sepertiga malam itu (01.00-04.00) sangat kaya akan oksigen yang belum tercemar zat lain. Udara seperti ini sangat bermanfaat untuk metabolisme tubuh.

2. Nabi Muhammad SAW selalu membersihkan diri dan bersiwak. Beliau selalu bersih dan rapi. Dengan bersiwak, beliau telah menjaga kebersihan rongga mulut. Dan dengan mandi beliau telah menjaga kesehatan badannya.

3. Beliau selalu sarapan dengan segelas air dingin (bukan air es) yang dicampur dengan madu asli. Baru setelah salat dhuha, Rasulullah makan tujuh butir kurma yang matang.
4. Menjelang sore, Rasulullah makan roti atau makanan pokok lainnya yang dicampur dengan cuka dan minyak zaitun.
5. Saat malam tiba, menu makan Rasulullah sayur-sayuran. Setalah makan malam, beliau tidak langsung tidur tapi tetap melakukan beberapa aktivitas dahulu agar makanan masuk dalam lambung dengan cepat dan baik.
6. Semua menu tadi ialah menu makanan yang disukai Rasulullah. Rasul pun melakukan olahraga untuk menjaga kesehatannya. Beliau tidak menganjurkan umatnya begadang.

7.  rasulullah tidak makan dua jenis makanan panas atau dua jenis makanan yang dingin secara bersamaan

Nah,  selain kiat-kiat menjaga kesehatan tersebut,  ada beberapa anjuran dari Rasulullah SAW, seperti : 
1. Memakan makanan yang baik
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : « أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ
Artinya:
Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata: Rasulallah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang yang beriman sebagiamana Ia memerintahkan kepada para Rasul-Nya dengan firman-Nya: “Wahai para Rasul makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian”. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang yang melakukan perjalanan jauh dalam keadaan kusut dan berdebu. Dia menganngkatkan tangannya ke langit seraya berkata: “Ya Tuhanku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doannya akan dikabulkan. (HR. Muslim)

2. Anjuran berobat
Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)
3. Tidak berlebihan dalam makan
عَنْ مِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ 

Artinya:

Dari Miqdam bin Ma’dikariba berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda “tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), jika tidak bisa demikian, maka hendaklah ia memenuhi sepertiga lambungnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas” (HR. At-Tirmidzi)

4. Tidak meniup makanan atau minuman
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِى الإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ.
Artinya:

Dari Ibn ‘Abbas “Bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam Telah Melarang Bernafas Di Dalam Bejana Atau Melarang Untuk Meniup Padanya.” (HR. AT-TIRMIDZI
5. Mencuci tangan sebelum tidur
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : مَنْ نَامَ وَفِي يَدِهِ غُمَرٌ وَلَمْ يَغْسِلْهُ فَأَصَابَهُ شَيْءٌ فَلاَ يَلُومَنَّ إِلاَّ نَفْسَهُ

Artinya : Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa tertidur dan ditangannya terdapat lemak (kotoran bekas makan) dan dia belum mencucinya lalu dia tertimpa oleh sesuatu, maka janganlah dia mencela melainkan dirinya sendiri.” (HR. Abu Daud)


6. Mandi
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِي كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَوْمًا يَغْسِلُ فِيهِ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ
Artinya:
Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda: “Haknya Allah atas setiap muslim adalah mandi di setiap tujuh hari, yaitu memandikan kepala dan jasadnya.” (HR. Muslim)

7. Kebersihan fitrah
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ ( أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ ) الْخِتَانُ وَالْاِسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيْمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْإِبْطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ
“Fithrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis”. [HR. Al-Bukhoriy (5889), Muslim (257), Abu Dawud (4198), dan An-Nasa'iy (9)]

8. Olahraga renang
عن بكر بن عبد الله بن ربيع الأنصاري ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : عَلِّمُوا أَبْنَاءَكُمْ السِّبَاحَةَ وَالرِّمَايَةَ، وَنِعْمَ لَهْوُ المُؤْمِنَةِ فِي بَيْتِهَا المِغْزلِ، وَإِذَا دَعَاكَ أَبَوَاكَ فَأَجِبْ أُمَّكَ

Artinya : dari Bakar bin Abdillah bin Rabi’ al-anshari berkata :berkata Rasulullah SAW. “ajarilah anak anakmu berenang dan melempar lembing, termasuk juga perempuan perempuan di rumahnya menenun, dan apabila kedua orangtuamu memanggil maka utamakan ibumu”.

9. Olahraga panah
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ : « إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ ثَلاَثَةَ نَفَرٍ الْجَنَّةَ : صَانِعَهُ يَحْتَسِبُ فِى صَنْعَتِهِ الْخَيْرَ وَالرَّامِىَ بِهِ وَمُنْبِلَهُ وَارْمُوا وَارْكَبُوا وَأَنْ تَرْمُوا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوا لَيْسَ مِنَ اللَّهْوِ إِلاَّ ثَلاَثٌ : تَأْدِيبُ الرَّجُلِ فَرَسَهُ وَمُلاَعَبَتُهُ أَهْلَهُ وَرَمْيُهُ بِقَوْسِهِ وَنَبْلِهِ وَمَنْ تَرَكَ الرَّمْىَ بَعْدَ مَا عَلِمَهُ رَغْبَةً عَنْهُ فَإِنَّهَا نِعْمَةٌ تَرَكَهَا ». أَوْ قَالَ : « كَفَرَهَا ».
Artinya:
Dari ‘Uqbah bin ‘Amr berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda ‘Sesungguhnya Allah SWT akan memasukan tiga kelompok ke dalam Sorga karena sebab panah satu, yaitu pembuat panah yang mengharapkan kebaikan dari panah buatannya, pemanah dan pelontar anak panah, maka memanahlah dan naikilah (kuda) kalian semuanya, adapaun memanah lebih aku sukai dari pada naik kuda. Bukanlah suatu lahw kecuali pada tiga hal; Seorang yang mengajari kudanya, permainannya terhadap istrinya dan permainan busur dan anak panahnya, barang siapa meninggalkan olahraga panah setelah mempelajarinya karena benci maka (ketahuilah) bahwa sesungguhnya ia adalah suatu nikmat yang telah dia tinggalkan’ atau Nabi berkata ‘yang telah ia kufuri.’ (HR. Abu Daud)

Nah,  teman-teman,  itulah beberapa kiat-kiat Rasulullah SAW dalam menjaga kesehatan. Ternyata sederhana namun besar manfaatnya. Beberapa hal diatas juga sangat mudah dilakukan oleh kita,  bukan?  Jadi,  tunggu apa lagi?  Marilah hidup sehat dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. 
Sampai disini dulu perjumpaan kita. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu lagi di artikel selanjutnya. 
W assalamu'alaikum Wr. Wb. 



13 December 2018

Tentang Ilmu yang Bermanfaat





Tentang Ilmu yang Bermanfaat

Assalamu'alaikum wr. wb.
Salam sejahtera bagi kita semua!

          Apa kabar teman-teman?  Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT Aamiin.
Ikhwan dan akhwat semuanya,  bagaimana nilai rapor kalian?  Pastinya membanggakan dong,  kita kan sudah berjuang maksimal di PAS kemarin.
          Bicara tentang nilai rapor,  kalian pasti ingin nilai yang terbaik bukan?
Kita pasti akan melakukan sesuatu yang menyebabkan nilai kita menjadi bagus. Kita rajin belajar,  rajin berdoa dan beribadah, menghormati guru,  mengumpulkan tugas tepat waktu, dan tak jarang dari kita yang mungkin melakukan hal yang kurang baik demi mendapatkan nilai yang bagus. Tapi,  yang seperti itu jangan dicontoh ya kawan.
Nah,  sekarang sebenarnya kenapa sih kalian ingin nilai yang terbaik? Karena ingin  mencapai cita-cita,  ingin kerja yang layak,  ingin jadi bos,  direktur,  dosen, atau sekedar ingin membanggakan orang tua?
          Sebenarnya,  inti dari tujuan kita belajar adalah satu,  yaitu mengamalkannya.  Apakah dengan mencapai cita-cita , berarti kita sudah mengamalkan ilmu yang kita miliki? Apa dengan seperti itu ilmu kita sudah tergolong ilmu yang bermanfaat?
Karena sejatinya ilmu kita akan  sia-sia jika tidak bermanfaat baik bagi diri sendiri,  orang lain,  Agama,  bangsa, maupun alam semesta.
          Di zaman sekarang,  banyak kasus yang membuktikan tidak bermanfaatnya ilmu yang sudah dimiliki seseorang. Banyak orang-orang yang pintar, ilmunya tinggi, hebat-hebat, tetapi justru tidak membawa kemaslahatan kepada orang lain, tidak membawa kemaslahatan kepada lingkungannya, tetapi justru sebaliknya, membawa kemafsadatan atau kerusakan yang lebih parah. Penipuan-penipuan yang berkedok ilmu semakin merajalela. Ilmunya hanya dijadikan alat untuk menjauh dari Allah.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW :
إن أشد الناس عذابا يوم القيامة عالم لم ينفعه الله بعلمه
“Sesungguhnya manusia yang paling diadzab (disiksa) kelak pada hari Kiamat adalah orang alim (yang berilmu), tapi tidak mengamalkan (ilmunya tidak bermanfaat bagi orang lain & lingkungan nya)” (HR: Thabrani).

Nah,  ikhwan dan akhwat semuanya,  ternyata para pencari ilmu dibagi menjadi 3 kelompok loh,  berikut pembagiannya menurut Imam Al Ghazali* :

  1. Seseorang yang mencari ilmu, dengan ilmunya ia bertambah bekalnya menuju Akhirat, tidak ada maksud dalam Thalabul ilmi nya kecuali hanya menuju Dzat Allah dan kampung Akhirat yang kekal abadi. Ini adalah orang-orang yang bahagia dan selamat dunia dan akhirat.
  2. Seseorang yang mencari ilmu hanya untuk sebagai syarat supaya Ia enak hidup di dunianya saja, hanya untuk mendapatkan kemuliaan, pangkat dan jabatan serta harta benda. Ia mengerti akan tujuannya, ia paham hatinya mengatakan tidak benar tapi tetap saja menuruti hawa nafsunya. Dengan ilmunya, ia hanya mengeruk kekayaan untuk dirinya sendiri, merasa sombong dengan predikat kemuliaan yang ada di pundaknya. Ini adalah bagian dari orang-orang yang menempuh jalan tercela dan rusak di hadapan Allah (jalan yang tidak diridhai Allah).
  3. Seseorang yang hanya bisa bicara, pintar berkata-kata dengan segudang dalil dan ilmu, tetapi ia tidak melaksanakan, tidak melakukannya. Hanya bisa menyuruh orang lain, sedang dirinya tidak mengerjakan dan tidak memberi tauladan. Golongan ketiga ini, adalah golongan orang berilmu, tapi tidak mengamalkan ilmunya. Inilah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW sebagai ciri-ciri dari ulama suu’ (ulama jelek). Na’udzu Billah!
*Disarikan dari Kitab Ihya’ Ulumiddin dan Bidayah al Bidayah karya Imam Abu Hamid Muhammad al Ghazali

Untuk mengetahui lebih lanjut,  simak ciri ciri orang yang ilmunya bermanfaat berikut ini: 

Imam Al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah menjelaskan secara rinci ciri-ciri ilmu yang bermanfaat dan tidak bermanfaat.
والعلم النافع هو ما يزيد في خوفك من الله تعالى، ويزيد في بصيرتك بعيوب نفسك، ويزيد في معرفتك بعبادة ربك، ويقلل من رغبتك في الدنيا، ويزيد في رغبتك في الآخرة، ويفتح بصيرتك بآفات أعمالك حتى تحترز منها، ويطلعك على مكايد الشيطان وغروره،
Artinya, “Ilmu yang bermanfaat adalah menambah rasa takutmu kepada Allah, menambah kebijaksanaanmu dengan aib-aib dirimu, menambah rasa makrifat dengan beribadah kepada Tuhanmu, serta meminimalisasi kecintaanmu terhadap dunia, dan menambah kecintaanmu kepada akhirat, membuka pandanganmu atas perbuatan jelekmu, hingga kaudapat menjaga diri dari hal itu, serta membebaskanmu dari tipu daya setan,” (Lihat Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah, [Kairo: Maktabah Madbuli, 1993 M], halaman 38).

Dari penjelasan Al-Ghazali di atas, bisa diperinci bahwa ciri-ciri ilmu yang bermanfaat adalah sebagai berikut:
  • Menambah rasa takut kita kepada Allah SWT.
  • Kita semakin menyadari aib-aib yang telah kita lakukan.
  • Bertambahnya makrifat kita kepada Allah dengan semakin banyak beribadah kepada-Nya.
  • Berusaha untuk meminimalisasi cinta kita kepada dunia.
  • Menambah rindu dan cinta kita kepada amal akhirat.
  • Mengoreksi perbuatan-perbuatan kita yang tercela dan berusaha untuk menghindar dari perbuatan tersebut.
  • Selalu dijauhkan dari tipudaya setan. Imam al-Ghazali mengatakan bahwa karena tipu daya setan tersebut kita menjadi ulama su’ (ulama yang tercela). Akibat tipu daya setan tersebut, kita selalu menjadikan agama sebagai ladang mencari dunia, menjadikan ilmu sebagai alat untuk mendapatkan harta dari para pejabat, bahkan ada yang sampai memakan harta wakaf dan anak yatim hingga mengakibatkan waktu kita habis dengan angan-angan untuk mendapatkan dunia, pangkat, dan kedudukan. Na‘udzubillah min dzalik.
          Wah,  ternyata menjadikan ilmu kita bermanfaat bukan sekedar mengamalkannya melalui pekerjaan yang kita lakukan nanti, lebih dari itu ilmu yang bermanfaat adalah yang menyebabkan kebaikan bagi diri sendiri dan sekitarnya.  
Bahkan,  ilmu yang bermanfaat itu termasuk amal yang pahalanya tidak terputus bahkan ketika kita sudah meninggal lho, 
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bersabda:
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ 
“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya.”

          Lalu,  sudahkah ilmu kita termasuk ilmu yang bermanfaat? Alhamdulillah jika ilmu kita sudah menciptakan kebaikan bagi diri sendiri dan sekitarnya. Bagaimana jika mungkin, teman-teman merasa ilmunya belum dimanfaatkan secara maksimal?  Segera perbaiki, dan jangan lupa amalkan doa* ini ya,, 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لا يَخْشَعُ وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ وَدُعَاءٍ لَايُسْمَعُ 
Allâhumma innî a‘ûdzubika min ‘ilmin lâ yanfa‘ wa qalbin lâ yakhsya‘ wa ‘amalin lâ yurfa‘ wa du‘âin lâ yusma‘

Artinya: “Ya Allah aku berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', amal yang tidak diangkat (diterima), dan doa yang tidak didengar.”
*Dalam kitab Bidayah Al-Hidayah Imam al-Ghazali yang bersumber dari hadits Rasulullah Saw. 

Nah,  ikhwan dan akhwat,  sekian dulu artikel dari Rohis Exist Smada,  doakan kami agar lebih baik lagi kedepannya,  jangan lupa share.. Selalu semangat menebar kebaikan! 

Wassalamu'alaikum wr. wb. 

26 November 2018

Musik dalam pandangan Islam



Rohani islam merupakan wadah bagi siswa-siswi muslim di SMA Negeri 2  Purwokerto.  Alhamdulillah,  kami telah menyediakan layanan lewat dunia maya yakni yakni lewat blog. Semoga apa yang kami sajikan dapat bermanfaat bagi kalian semua. Mohon maaf bila terdapat kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam isi blog.  Akhirnya,  kami dari departemen Media Publikasi mengucapakan terima kasih.Rohani islam merupakan wadah bagi siswa-siswi muslim di SMA NEGERI 2  PURWOKERTO

-Rohis Exist Smada-




Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat datang di blog rohis smada...
Seperti biasa,  kami dari rohis smada akan menampilkan berbagai materi yang erat kaitannya dengan permasalahan masa remaja,  atau hanya sekedar sharing-sharing seputar kegiatan Rohis Exist SMA Negeri 2 Purwokerto.
Nah,  salah satu program rutinan  Rohis Smada yaitu kegiatan PSP (Pengajian Sabtu Pagi).  PSP kali ini,  bersama Bu Nisa,  kita akan membahas tentang musik dalam pandangan Islam.
Akhwat dan ikhwan semuanya,  adakah diantara kalian yang menyukai musik?
Pastinya ada dong,  karena musik itu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita.

Lalu,  apa sih sebenarnya musik itu?
Menurut Wikipedia, musik  adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama dari suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama.
Sedangkan menurut Ensiklopedi Indonesia disebutkan bahwa seni adalah penjelmaan rasa indah yang terkandung dalam jiwa manusia, yang dilahirkan dengan perantaraan alat komunikasi ke dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh indera pendengar (seni suara), indera pendengar (seni lukis), atau dilahirkan dengan perantaraan gerak (seni tari, drama) (Dr. Abdurrahman al-Baghdadi, Seni Dalam Pandangan Islam, hal. 13).
Kita pasti tahu kalau itu sudah menjadi bagian dari keseharian kita.  Lalu,  bagaimana sebenarnya hukum memainkan musik dalam islam itu?
Mengenai hal ini,  ada 2 pendapat yang disampaikan oleh para ulama,  yaitu ada yang mengharamkan dan ada juga yang memperbolehkan.  Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan dari Bu Nisa di bawah ini!


Pendapat yang mengharamkan

Firman Allah ‘Azza wa jalla

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
“Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Lukman: 6)
Beberapa ulama menafsirkan maksud lahwal hadits ini sebagai nyanyian, musik atau lagu, di antaranya al-Hasan, al-Qurthubi, Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud.

Hadits Abu Malik Al-Asy’ari ra bahwa Rasulullah Saw bersabda:

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمروالمعازف
”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” HR. Bukhari, no. 5590

Hadits Aisyah ra Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya Allah mengharamkan nyanyian-nyanyian (qoynah) dan menjualbelikannya, mempelajarinya atau mendengar-kannya.” Kemudian beliau membacakan ayat di atas. [HR. Ibnu Abi Dunya dan Ibnu Mardawaih].

Hadits dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah Saw bersabda:

“Nyanyian itu bisa menimbulkan nifaq, seperti air menumbuhkan kembang.” [HR. Ibnu Abi Dunya dan al-Baihaqi, hadits mauquf].

Hadits dari Abu Umamah ra, Rasulullah Saw bersabda:

“Orang yang bernyanyi, maka Allah SWT mengutus padanya dua syaitan yang menunggangi dua pundaknya dan memukul-mukul tumitnya pada dada si penyanyi sampai dia berhenti.” [HR. Ibnu Abid Dunya.].

Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Auf ra bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya aku dilarang dari suara yang hina dan sesat, yaitu: 1. Alunan suara nyanyian yang melalaikan dengan iringan seruling syaitan (mazamirus syaithan). 2. Ratapan seorang ketika mendapat musibah sehingga menampar wajahnya sendiri dan merobek pakaiannya dengan ratapan syetan (rannatus syaithan).”


Pendapat yang memperbolehkan

Qs.  Al Baqarah: 29

“Dialah Allah yang menciptakan untuk kau apa yang ada di bumi semuanya” (QS. Al-Baqarah: 29)

Qs. Al A'raf: 157

“Dan dia (Rasulullah) menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan segala yang buruk.” (QS. Al-Araf: 157).

HR. Bukhari

Dalam hadis shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan, dalam kitab nikah Bab: Dharb al  fi al Nikah Wa al Walimah (memukul Tambur selama pernikahan atau walimah), yang diterima dari Rubaayyi’ binti Mu’awwidz, beliau berkata”Rasulullah Saw. Datang pagi-pagi ketika pernikåhan saya, kemudian beliau duduk dikursiku seperti halnya kau duduk sekarang ini di depanku, kemudian aku menyuruh para Jariyah memainkan Duff, dengan menyanyikan lagu-lagu balada orang tua kami yang syahid dalam perang bàdar, mereka terus bernyanyi dengan syair yang mereka kuasai.

Firman Allah SWT:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.” (Qs. al-Mâ’idah [5]: 87).

Hadits dari Nafi’ ra, katanya:

Aku berjalan bersama Abdullah Bin Umar ra. Dalam perjalanan kami mendengar suara seruling, maka dia menutup telinganya dengan telunjuknya terus berjalan sambil berkata; “Hai Nafi, masihkah kau dengar suara itu?” sampai aku menjawab tidak. Kemudian dia lepaskan jarinya dan berkata; “Demikianlah yang dilakukan Rasulullah Saw.” [HR. Ibnu Abid Dunya dan al-Baihaqi].

Ruba’i Binti Mu’awwidz Bin Afra berkata:

Nabi Saw mendatangi pesta perkawinanku, lalu beliau duduk di atas dipan seperti dudukmu denganku, lalu mulailah beberapa orang hamba perempuan kami memukul gendang dan mereka menyanyi dengan memuji orang yang mati syahid pada perang Badar. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka berkata: “Di antara kita ada Nabi Saw yang mengetahui apa yang akan terjadi kemudian.” Maka Nabi Saw bersabda:
“Tinggalkan omongan itu. Teruskanlah apa yang kamu (nyanyikan) tadi.” [HR. Bukhari, dalam Fâth al-Bârî, juz. III, hal. 113, dari Aisyah ra].

HR.  Bukhari

Dari Aisyah ra; dia pernah menikahkan seorang wanita kepada pemuda Anshar. Tiba-tiba Rasulullah Saw bersabda:
“Mengapa tidak kalian adakan permainan karena orang Anshar itu suka pada permainan.”

HR. Muslim

Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Umar melewati shahabat Hasan sedangkan ia sedang melantunkan syi’ir di masjid. Maka Umar memicingkan mata tidak setuju. Lalu Hasan berkata:
“Aku pernah bersyi’ir di masjid dan di sana ada orang yang lebih mulia daripadamu (yaitu Rasulullah Saw)” [HR. Muslim, juz II, hal. 485].
Mengenai kedua pendapat di atas, Imam asy-Syafi’i mengatakan bahwa tidak dibenarkan dari Nabi Saw ada dua hadits shahih yang saling bertentangan, di mana salah satunya menafikan apa yang ditetapkan yang lainnya, kecuali dua hadits ini dapat dipahami salah satunya berupa hukum khusus sedang lainnya hukum umum, atau salah satunya global (ijmal) sedang lainnya adalah penjelasan (tafsir). Pertentangan hanya terjadi jika terjadi nasakh(penghapusan hukum), meskipun mujtahid belum menjumpai nasakh itu (Imam asy-Syaukani, Irsyadul Fuhul Ila Tahqiq al-Haq min ‘Ilm al-Ushul, hal. 275).
Kesimpulannya,  hukum musik dalam islam adalah hukum khilafiyah. Jadi,  tidak ada dalil yang menyatakan secara tegas mengenai diharamkan atau diperbolehkannya musik.  Dan jika melihat pendapat Imam Asy-Syafi’i diatas,  bisa kita simpulkan jika musik akan menjadi haram jika digunakan di tempat,  waktu dan tujuan yang salah.  Misalnya di suatu majelis ilmu yang di dalamnya mengandung permainan musik yang mengundang kemaksiatan.  Sebaliknya,  musik diperbolehkan untuk dimainkan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT jika dilakukan sesuai aturan dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat,  tentunya pada tempat dan waktu yang sudah ditentukan pula.

03 July 2018

Amaliyah Ramadhan 1439H / 2018M



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Sebelumnya, kami ROHIS SMA N 2 PURWOKERTO mengucapkan Taqobbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyaminkum, ja'alnallahu minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan semoga amal ibadah kita meningkat di Bulan Syawal ini sesuai dengan makna Syawal itu sendiri.
Alhamdulillahirabbil’alamin, ROHIS SMADA telah melaksanakan serangkaian acara pada bulan Ramadhan tahun 1439 H / 2018 M. Acara tersebut ada yang dilaksanakan di lingkungan SMA N 2 Purwokerto dan ada juga yang dilaksanakan di Desa Karang Tengah, Baturraden.  Kegiatan yang dilakukan di sekolah antara lain pesantren kilat dan shalat tarawih bergilir. Kegiatan pesantren kilat dilaksanakan tanggal 30-31 Mei 2018 dan diikuti oleh kelas X dan kelas XI. Untuk pengisi materi yaitu dari guru-guru SMADA, materinya pun menarik sehingga peserta antusias mengikuti acara tersebut. Untuk shalat tarawih bergiir, setiap kelas mendapatkan satu kali giliran dan dalam satu hari terdapat beberapa kelas yang mendapat giliran. Untuk imam dan bilal dari pengurus ROHIS SMADA.
Sedangkan kegiatan yang dilakukan di Desa Karang Tengah yaitu; BBQ, TARLING (tarawih dan tadarus keliling), mengajar di SD, dll. Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 31 Mei hingga tanggal 10 Juni 2018. Pada hari Kamis, 31 Mei, ROHIS SMADA berangkat menuju Desa Karang Tengah.  Pada pagi hari, kami mengikuti dan mengurus pesantren kilat, lalu pada jam 10 pagi sebagian dari kami izin untuk mengangkut barang-barang kami ke truk dan sebagian lagi ada yang mengurus pesantren kilat. Setelah itu, kami pun berangkat menggunakn truk dan ada juga yang mengunakan sepeda motor. Sesampainya di sana, kami langsung membereskan transit. Untuk transit ikhwan di TK sedangkan transit akhwat di rumah warga yang kebetulan sedang kosong. Setelah selesai beres-beres, kami beristirahat sejenak sambil mempersiapkan apa-apa yang dibutuhkan. Saat menjelang maghib, perwakilan ikhwan mengambil lauk dan sayur yang telah dimasak oleh akhwat. Untuk hari pertama, kegiatan TARLING belum dilaksankan sehingga kami melaksanakan shalat Isya dan Tarawih di masjid terdekat.
Pada hari selanjutnya, saat sehabis sahur menjelang subuh, kami memencar ke 4 masjid dan 7 mushola untuk mengisi kuliah subuh sesuai dengan jadwal yang ada. Karena hari ini merupakan hari libur, maka kegiatan SD pun belum dapat terlaksana. Pada sore hari, kami menyebar ke 3 TPQ untuk mengajar Al-Qur’an dan mengisi pada TPQ tersebut. Kemudian pada malam hari, kami menyebar lagi untuk mengisi kuliah tarawih dan melaksanakan tadarus keliling.
Pada hari Senin, kami mulai mengajar anak SD di SD N 1 Karang Tengah. Kami mengajar SD kelas satu hingga kelas lima dan sempat memberi motivasi kepada kelas VI yang baru saja lulus agar dapat semangat dalam belajar di jenjang  selanjutnya. Materi yang kami ajarkan antara lain; Fiqih, Sejarah dan Kebudayaan Islam, Aqidah dan Akhlak, dan Bahasa Arab. Adik-adik yang kami ajar mengikuti pembelajaran dengan senang dan antusias, ini membuat kami juga merasa senang dalam mengajar. Pada hari Selasa, kami diundang di acara perpisahan kelas VI SD N 1 Karang Tengah. Kami diundang untuk berbuka puasa bersama dan mempersiapkan shalat tarawih di sana. Sebagai penutup kegiatan mengajar SD, kami mengadakan lomba keagamaan pada hari Kamis. Mata lomba yang diperlombakan yaitu lomba azan untuk ikhwan kelas IV dan V; lomba mewarnai untuk kelas I, II, dan III; dan lomba evaluasi materi untuk kelas IV dan V. Pada hari berikutnya, dilaksanakan upacara penutupan di SD tersebut sekaligus sebagai pemberian hadiah kepada pemenang lomba yang telah kami adakan.
Selain itu, kami mengadakan bazar pakaian murah yang kami jual di halaman TK. Harganya yang murah, yakni Rp 1000, Rp 3000, dan Rp 5000 membuat banyak warga yang tertarik dan membeli pakaian yang ada di bazar. Hasil dari penjualan tersebut nantinya akan kami salurkan kepada yang membutuhkan. Kami juga memberikan sembako bagi warga Desa Karang Tengah yang kurang mampu.
Sebagai penutup serangkaian acara di Desa Karang Tengah, kami mengadakan pengajian akbar yang dilaksanakan di pendopo milik warga. Atas usulan warga setempat, kami mengundang KH. Ahmed Shoeim El Amin, Lc., MH sebagai pengisi materi. Pengajian akbar diawali dengan penampilan hadroh dari ROHIS SMADA sebagai tanda akan dimulainya pengajian. Dilanjutkan dengan sambutan dari kepala desa, kepala sekolah, dan ketua panitia. Lalu ada penyerahan bantuan kepada anak yatim yang sebelumnya telah kami  undang. Kemudian dilanjutkan dengan pengajian sebagai acara utama. Warga Karang Tengah sangat antusias menanggapi pengajian akbar yang kami adakan. Hal ini terbukti dengan banyaknya warga yang datang pada pengajian akbar tersebut.
Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada warga Desa Karang Tengah yang telah menerima kami untuk belajar bersama dan kepada pihak yang telah membantu kami, sehingga acara ini dapat terlaksana sesuai apa yang diharapkan. Kami juga memohon maaf yang seikhlas-ikhlasnya apabila kami telah melakukan hal-hal yang kurang berkenan.

Sekian dan terimakasih...

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 


Berikut dokumentasi kegiatan Amaliyah Ramadhan 1439H/2018M:
Kegiatan Pesantren Kilat
Mengisi di TPQ (BBQ)
Bermain bersama adik-adik SD N 1 Karang Tengah

Bazar pakaian murah


Foto bersama di SD N 1 Karang Tengah

Pengajian Akbar di Desa Karang Tengah 1439H/2018M

14 April 2018

Wisata Religi Pembangun Hati | Tadabbur Alam 2018


Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahirabbil ‘alamin Program Kerja Rohis 2017/2018 sudah terlaksana kembali yaitu Tadabbur Alam pada hari Selasa, 10 April 2018. Tadabbur Alam tahun ini diikuti oleh 29 akhwat dan 26 ikhwan yang terdiri dari anggota Rohis dan beberapa Siswa/siswi SMA Negeri 2 Purwokerto. Didampingi oleh Bapak Sugito, Bapak Kharis, dan Ibu Ratna. Dengan objek ke Makam Sunan Muria, Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Makam Sunan Kudus, Masjid Agung Demak, Makam Raden Patah, Makam Sunan Kalijaga, Masjid Agung Jawa Tengah. Selain berziarah makam wali, kami juga belajar dan melihat langsung peninggalan sejarah penyebaran agama Islam khususnya di Jawa Tengah.
Pembekalan

Rombongan berkumpul pada hari Senin, 9 April 2018 ba’da maghrib dan melaksanakan shalat Isya berjamaah di Masjid Jenderal Sudirman sebelah barat SMA Negeri 2 Purwokerto. Setelah semua anak sudah berkumpul di bus. Selanjutnya di absensi dan diberi pengarahan oleh akhi Haidar Rafi, pengantar oleh Bapak Kharis, dan Do’a yang dipimpin oleh Bapak Sugito. Kami berangkat sekitar pukul 20.00.

Pukul 03.00 kami sampai di lokasi pertama yaitu Makam Sunan Muria yang berada di kaki gunung Muria oleh sebab itu udara disini sangat dingin. Dari lokasi parkir bus kami harus menaiki ojek yang ada untuk menuju gerbang makam Sunan Muria dengan jalan yang dilalui sangat memacu adrenalin, naik curam dan berkelak-kelok. Setelah bersih diri dan berwudhu, kami melaksanakan shalat shubuh di masjid sekitar. Barulah berziarah ke Makam Sunan Muria/ Raden Pawarta. Suasana makam yang ramai oleh peziarah tidak mengurangi kekhusyukan dalam berdoa. Disini pengunjung tidak diperbolehkan mengambil gambar. Setelah berziarah kami turun melewati jalur pejalan kaki yang kanan kirinya terdapat lapak-lapak pedagang penjual berbagai macam oleh-oleh.

Usai ziarah Sunan Muria



Sesampainya di bus, kami sarapan sebelum melanjutkan perjalanan sekitar pukul 07.30 pagi. sebelum ke objek utama, transit dahulu di terminal kota Kudus untuk bersih diri selama 1 jam. Sampai di parkiran sekitar jam 10, becak wisata akan mengantarkan kita dari parkiran menuju masjid Al Aqsha Menara Kudus. Disana kami berziarah di makam Sunan Kudus/ Ja’far Shodiq.


Naik becak ke makam sunan kudus

Akan memasuki makam sunan Kudus
Masjid Menara Kudus
Melanjutkan perjalanan menuju kota Demak. Kami sampai di Masjid Agung Demak sekitar pukul 13.00 untuk shalat Dzuhur – Ashar di jamak. Kemudian berjalan menuju makam Sunan Kalijaga. Ada pula yang menaiki andong atau becak. Setelah berziarah Sunan Kalijaga/Raden Said, seperti pada objek wisata religi lain pasti ada pasar penjual pernak-pernik khas, jadi kami berjalan-jalan sembari beberapa membeli juga sebelum melanjutkan perjalanan ke Semarang.


Masjid Agung Demak



Sunan Kalijaga
Sampai di Masjid Agung Jawa Tengah sekitar pukul 17.00. kami berfoto ria disana hingga adzan maghrib berkumandang lalu shalat maghrib berjamaah. Setelah itu kami menaiki Menara pandang Masjid Agung Jawa Tengah dengan lift. Sebelumnya membeli tiket di loket yang disediakan. Kami menikmati keindahan dan berfoto sepuasnya di Menara. Pemandangan kota Semarang pada malam hari sangat cantik menjadi penutup cerita perjalanan Tadabbur Alam 2018 ini. Setelah melaksanakan shalat Isya, bus kami meluncur menuju Purwokerto. Di bus ada sepatah kata sekaligus penutup yang disampaikan oleh akhi Ahda Fahmi selaku ketua panitia kegiatan dan doa penutup yang dipimpin oleh Bapak Sugito.  Sampai di Masjid Jenderal Sudirman pada pukul 02.30.
Masjid Agung Jawa Tengah
Add caption

Terimakasih kami ucapkan kepada peserta yang berkenan mengikuti Tadabbur Alam ini, P. O. Teguh Muda yang mengantar rombongan kami, dan segala pihak yang mendukung Progja ini sehingga Alhamdulillahirabbil’alamin kegiatan tadabbur Alam ini berjalan lancar. Menjadi pengalaman mengesankan dan tak terlupakan bagi para peserta.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

10 March 2018

PSP : 7 Indikator Kenikmatan Dunia

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Bagaimana kabar akhi wa ukhti sekalian? Semoga selalu dalam lindungan Allah yaa, Aamiiin. Alhamdulillah Pengajian Sabtu Pagi yang rutin dilaksanakan, istiqomah selalu. Nah pada artikel kali ini akan membahas isi dari PSP minggu ini yang diisi oleh Ibu Ratna. Mengenai "7 Indikator Kenikmatan Dunia"

Akhi wa ukhti sekalian. Siapa sih di dunia ini yang tidak ingin kenikmatan? Pasti semua ingin kenikmatan dunia pun akhirat. Memangnya apa itu Nikmat? Nikmat, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya Kesenangan, Kelezatan, Keenakan. Waduuh, pokoknya apapun yang enak-enak itulah nikmat. Secara syar'i Nikmat bisa diartikan sebagai segala pemberian dari Allah yang patut kita syukuri. Pernah dikasih kenikmatan? Selalu dong, nggak pernah Allah membiarkan hambaNya tanpa kenikmatan. Maka dari itu kita patut bersyukur Alhamdulillah. Sudah bersyukurkah anda hari ini? :)

Lalu apa saja standar kita sebagai Muslim akan nikmat/kesenangan itu? Apakah dengan kita berhura-hura menghabiskan harta untuk bermain main dan berfoya foya adalah standar kenikmatan kita? Yang kita cari adalah kenikmatan dunia yang berujung akhirat. Jadi berdasarkan Hadits Riwayat Ibnu Abas, menurut Rasulullah shalallahu'alaihi wassalam ada 7 indikator kenikmatan dunia, yaitu :

1. Hati yang selalu bersyukur. Jika hati kita bersukur, kita akan melakukan segala aktifitas dengan tenang dan tidak akan stres. Sepadat apapun aktifitas kita, bersyukurlah "Alhamdulillah" maka  akan menghadirkan ketenangan hati dan obesi tidak terlalu tinggi. Niatkan karena Allah, supaya tidak hanya mendapat lelah tapi juga ilmu dan pahala.
2. Pasangan hidup yang shalih / shalihah. Karena akan selalu mengajak kepada kebaikan dan membuat hati menjadi tentram. Istri shalihah akan senantiasa sabar dan memotivasi dalam pelayanan terhadap suami. Suami yang sholeh akan memimpin keluarga kecilnya menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, Insya Allah. Maka kita harus memperbaiki diri kita dari sekarang, karena jodoh merupakan cerminan diri kita.
3. Anak yang shaleh dan shalehah. Anak merupakan harta yang sangat berharga. Rasulullah juga pernah bersabda yang artinya bahwa 3 amalan yang tidak akan putus yaitu Sedekah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan Doa anak yang sholeh. Kita sebagai anak harus selalu birul walidain dan mendoakannya untuk menyenangkan hati orang tua kita. Karena pengorbanan kita merawat orang tua yang sudah renta tidak akan pernah setimpal dengan pengorbanan orang tua merawat kita dari bayi.
4. Lingkungan yang Kondusif. Tentu lingkungan yang baik, bersama orang-orang yang selalu mengajak kita kepada kebaikan adalah nikmat. Jika ingin memperoleh nikmat ini, maka mulai dari diri kita sendiri yang menciptakan lingkungan sholih.
5. Harta yang Halal. Sungguh kenikmatan dunia jika memperoleh harta dari jalan yang halal. Harta yang halal meskipun sedikit akan lebih berkah dan mententramkan hidup kita dibandingkan bergelimang harta dari cara yang haram. Allah SWT berfirman :

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ


Artinya : Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Q. S. Al Baqarah ayat 275)
Jadi sudah tahu kan mana harta yang halal maupun haram. Semoga kita terhindar dari perkara yang haram.
6. Semangat Memahami Pengetahuan Agama Islam. Menuntut ilmu Agama hukumnya wajib. Belajar ilmu agama bisa dari mana saja. Apalagi dengan perkembangan IPTEK yang semakin maju, Tholabul'ilmi semakin mudah. Eits, tapi harus jelas sumbernya yaa. Yang terpenting dari menuntut ilmu agama adalah bukan hanya main dalil dan teori, tetapi prakteknya dalam kehidupan sehari-hari. Ya iyalah, Allah dan RasulNya kan sudah menunjukan jalan yang benar untuk kehidupan kita, maka harus dipraktekan.
7. Umur yang Berkah. Maksudnya bukan umur yang panjang, percuma saja umur yang panjang tetapi tidak berkah, tidak akan nikmat. Umur yang berkah adalah selama kita hidup, selama kita masih diberi umur, melakukan segala aktifitas yang bermanfaat. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain. Kita hidup tidak asal hidup, jadikan kehidupan kita berarti bagi orang lain, hal itu akan menjadikan hidup kita terasa nikmat.

Itulah pemaparan mengenai 7 Indikator Kenikmatan Dunia yang insyaallah akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan akhirat juga. Semoga kita semua diberi kemudahan oleh Allah untuk dapat mengamalkan hal-hal yang tersebut diatas. Supaya hidup kita tenang dan nikmat karena Allah. Yuk mengamalkan. Bagikan bila kiranya bermanfaat yaa, insyaallah akan menambah pahala juga. Semangat Istiqomah Akhi wa Ukhti sekalian ^_^
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

10 February 2018

PSP Bersama Bapak Luthfi, Perbuatan Zina

Perbuatan Zina


Assalamu’alaikum wr wb

Pada dasarnya agama Islam adalah agam yang tinggi dan mulia, semua ketetapan dan norma-norma yang ada dalam agama Islam selalu memiliki dasar atau alasan yang logis. Dan bagi yang melanggar akan dikenai sanksi di dunia dan di akhirat.

Contohnya dalam kasus LGBT(Lesbian Gay Bisexsual Transexsual), tentunya hal ini sangat melanggar norma-norma agama Islam. LGBT ini bisa menular dan penularanna sangat cepat terjadi jika kita berada di lingkungan yang menganggap LGBT hal yang lumrah , bisa kita lihat dari kisah kaum Nabi Luth, awalnya kaum Luth ini melaukan homosexsual untuk bercanda, namun seiring waktu hal ini mulai menyebar dan menjadi budaya kaum Luth. Setelah hal ini didengar oleh Nabi Luth, Nabi Luth langsung melarang keras dan saat itu pertolongan Allah datang, Allah mengutus malaikatnya untuk merubah diri menjadi laki-laki yang sangat tampan dan gagah. Laki-laki itu lalu tinggal di rumah Nabi Luth. Mengetahui hal ini, kaum Nabi Luth lalu datang ke rumah Nabi Luth dan memaksa Nabi Luth untuk mengeluarkan laki-laki tersebut. Nabi Luth lalu marah dan mengeluarkan anak perempuannya dan memaksa kaumnya untuk lebh baik menikahi putrinya, tetapi kaum Luth malah menolak dan tetap memaksa untuk mengeluarkan laki-laki tadi.

Setelah itu laki-laki tadi mengatakan kepada Nabi Luth agar tidak usah khawatir, dan menyuruh Nabi Luth untuk pergi dan jangan menoleh kebelakang serta disuruh untuk meninggalkan istrinya karena istrinya juga menganggap homosexsual sebaga hal biasa.

Setelah Nabi Luth pergi maka malaikat lalu mengangkat daerah tempat beradanya kaum Luth ke atas langit dan menghempaskannya ke bawah dan sejak saat itu kaum Luth musnah.

Hal semacam ini juga pernah terjadi di Indonesia, tepatnya di daerah Dieng, kecamatan Batur, Dusun Legetang. Dahulunya Dusun ini sangat makmur, tanahnya sangat subur. Bila daerah lain panennya gagal, maka di Dusun ini panen melimpah. Tetapi hal ini malah membuat masyarakat menyimpang dari jalan Allah, masyarakat Dusun itu setiap malam menanggap tari Lengger yang biasanya berujung pada perzinaan. Dan pada suatu hari saat musim hujan, Dusun itu tertimpa longsor dari Gunung Pengamunamun yang jaraknya dari Dusun tersebut berates-ratus meter, hal ini sangat aneh terjadi, mengingat jarak yang begitu jauh antara Gunung Pengamunamun dan Dusun Legetang.


Tentunya sebagai orang yang beriman kepada Allah SWT kita harus dapat mengambil pelajaran dari berbagai kejadian tadi. Mungkin, banyak dari kita yang masih melakukan pacaran. Pacaran adalah hal yang dilarang oleh agama Islam, karena hal ini mendekatkan kita pada perzinaan. Bahkan kita lebih baik memegang bara api daripada memegang tangan perempuan. Jadi mulai sekarang marilah kita berhijrah ke arah yang lebih baik dengan meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah, seperti mendekati zina(pacaran).

wassalamu'alaikum wr wb.