05 November 2013

9 Jenis Anak Syaitan Menurut Khalifah Umar Bin Khattab R.A.

1. Zalituun
Duduk di pasar / kedai / Mall kalo jaman sekarang..Menggoda supaya manusia berbelanja lebih dan membeli barang-barang yang tidak perlu.

2. Wathiin
Menggoda agar orang tersebut pergi kepada orang yang mendapat musibah supaya bersangka buruk terhadap Allah.

3. A'awan
Menghasut sultan / raja / pemerintah supaya tidak mendekati rakyat. Terlena dengan kedudukan / kekayaan hingga terabaikan kebajikan rakyat dan tidak mau mendengar nasihat para ulama.

4. Haffaf
Berkawan baik dengan kaki botol. Suka menghampiri orang yang berada di tempat-tempat maksiat (cth: disko, prostitusi, klub malam & tempat yg ada minuman keras).

5. Murrah
Merusakkan dan melalaikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan orang yg suka muzik sehingga lupa kepada Allah. Mereka ini tenggelam dalam kemewahan dan glamour dsg.

6. Masuud
Duduk di bibir mulut manusia supaya melahirkan fitnah, gosip, umpatan dan apa saja penyakit yg keluar dari kata-kata mulut.

7. Daasim (BERILAH SALAM SEBELUM MASUK KE RUMAH...)
Duduk di pintu rumah kita. Jika tidak memberi salam ketika masuk ke rumah, Daasim akan bertindak agar terjadi keruntuhan rumahtangga (suami isteri bercerai-berai, suami bertindak ganas, memukul isteri, isteri hilang pertimbangan menuntut cerai, anak-anak didera dan pelbagai bentuk kemusnahan rumah tangga lagi).

8. Walahaan
Menimbulkan rasa was-was dalam diri manusia khususnya ketika berwuduk dan solat serta ibadat-ibadat kita yg lain.

9. Lakhuus
Merupakan sahabat orang Majusi yang menyembah api / matahari..

Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi Shadaqah Jariyah pada setiap orang yang Anda kirimkan pesan ini. Dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat pahalanya sampai hari kiamat...

02 November 2013

○♥ MACAM-MACAM SURGA ♥○

1. SURGA FIRDAUS
2. SURGA ’ADN
3. SURGA NAIM
4. SURGA MA’WA
5. SURGA DARUSSALAM
6. SURGA DARUL MUQAMAH
7. SURGA AL-MAQAMUL AMIN
8. SURGA KHULDI
Keterangan:
1). SURGA FIRDAUS: surga yang
diciptakan dari emas yang merah dan
diperuntukan bagi orang yang
khusyuk sholatnya.
menjauhkan diri dari perbuataan sia-
sia, aktif menunaikan zakat, menjaga
kemaluaannya, memelihara amanah,
menepati janji, dan memelihara
sholatnya.
2). SURGA ‘ADN: surga yang
diciptakan dari intan putih dan
diperuntukkan bagi orang yang
bertakwa kepada Allah (An
Nahl:30-31), benar-benar beriman
dan beramal shaleh (Thaha:75-76),
banyak berbuat baik (Fathir: 32-33),
sabar, menginfaqkan hartanya dan
membalas kejahatan dengan kebaikan
(Ar-Ra’ad:22-23)..
3). SURGA NAIM: surga yang
diciptakan dari perak putih dan
diperuntukkan bagi orang-orang yang
benar-benar bertakwa kepada Allah
dan beramal shaleh. Al Qalam: 34
4). SURGA MA’WA: surga yang
diciptakan dari jamrud hijau dan
diperuntukan bagi orang- orang yang
bertakwa kepada Allah (An
Najm: 15), beramal shaleh (As
Sajdah: 19), serta takut kepada
kebesaran Allah dan menahan
hawanafsu (An Naziat : 40-41)
5). SURGA DARUSSALAM:
surga yang diciptakan dari yakut
merah dan diperuntukkan bagi
orang yang kuat imannya dan
Islamnya, memperhatikan ayat-ayat
Allah serta beramal shaleh.
6). SURGA DARUL MUQAMAH:
Surga yang diciptakan dari permataa
putih dan diperuntukkan bagi orang
yang bersyukur kepada Allah. Kata
Darul Muaqaamah berarti suatu
tempat tinggal dimana di dalamnya
orang-orang tidak pernah merasa
lelah dan tidak merasa lesu. Tempat
ini diperuntukkan
kepada orang-orang yang
bersyukursebagaimana yg disebutkan
di dalam surat Faathir ayat 35.
Sedangkan surga Darul
Muaqaamah ini terbuat dari permata
putih.
7). SURGA AL-MAQAMUL AMIN:
surgayang diciptakan dari permata
putih. Kata Al-Maqamul Amin
menurut Dr M Taquid-Din dan Dr M
Khan berarti tempat yang dan
diperuntukkan bagi orang-orang yang
bertakwa. Sedangkan surgaAl-
MaqamulAmin ini terbuat dari
permata putih.
8). SURGA KHULDI: surga yang
diciptakan dari marjan merah
dankuning diperuntukkan bagi orang
yang taat menjalankan perintah
Allah dan menjauhi larangannya
(orang-orang yang bertakwa).

19 April 2013

Perkembangan Muslim di Cina


Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.
Menurut seorang pejabat senior State Administration for Religious Affairs (SARA), sebelumnya warga Muslim Cina terkonsentrasi di daerah tertentu. Namun seiring kemajuan ekonomi dan kebutuhan mencari pekerjaan dan mata pencaharian, mereka menyebar ke seantero Cina.
                
Sebagian besar Muslim berimigrasi ke kota-kota sejak tahun 1978. Selain perlu lebih banyak rumah ibadah, Cina termasuk bangsa di luar Arab yang mengenal Islam lebih awal. Ajaran Islam pertama kali tiba di China pada sekitar tahun 615 M.

Disebutkan dalam berbagai literatur sejarah, Khalifah Utsman bin Affan yang menugaskan   Sa’ad bin Abi Waqqash untuk membawa ajaran
Islam ke daratan Cina. Bahkan beberapa meyakini  Sa’ad meninggal dunia di Cina pada tahun 635 M, dan makamnya dikenal sebagai Geys’ Mazars.

Dia datang pada masa kekaisaran Yung Wei dari Dinasti Tang. Kaisar ini kemudian memerintahkan pembangunan Masjid Huaisheng atau masjid Memorial di Kanton, yang merupakan masjid pertama di daratan Cina.
Ketika Dinasti Tang berkuasa, Cina tengah mencapai masa keemasan, sehingga dengan mudah ajaran Islam tersebar dan dikenal masyarakat Tiongkok.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/03/21/29705/geliat-perkembangan-muslim-cina/#ixzz2R0TuIcE5 

Kekeliruan Antara Al-Quds dan Al-Aqsa


Kekeliruan yang timbul akan membawa malapetaka untuk mereka yang terlanjur terdoktrinisasi dan mempercayai apa yang dilihat.  


Saya sempat menonton salah satu acara stasiun TV swasta yang biasa menampilkan beragam info unik. kali ini mereka membahas berbagai masjid bersejarah di dunia. salah satu yang mengusik pikiran saya adalah ketik mereka menyebutkan salah satu masjid di jerussalem. masjid al- Aqsa. 

Hal yang mengganggu saya adalah mereka menampilkan gambar ini :
alquds.jpg

Jelas ini merupakan satu kekeliruan yang fatal. bagaimana mungkin mereka menyebutkan kalau ini adalah masjid Al-Aqsa ?. ini jelas bukan masjid Al-Aqsa. melainkan bangunan lain yaitu Al-Quds. 

Bangunan ini telah menjadi ikon kota jerussalem. jika di paris ada menara Eiffel, di Roma ada Menara Pisa, di China ada Tembok Raksasa, maka di Jerussalem bangunan ini menjadi ikon. saya tak akan membahas banyak mengenai bangunan ini. tapi hal yang mau saya utarakan adalah betapa banyak dari kita yang telah terkecoh oleh media. 

Inilah gambar sebenarnya Masjid Al Aqsa:
alaqsa.jpg

Masjid ini terletak dekat dengan masjid Al-Quds Masjid ini disebut oleh Rasulullah SAW dalam Hadits sebagai Masjid Biru karena mempunyai Kubah berwarna biru.Di Masjid inilah Nabi Muhammad SAW singgah ketika melaksanakan Isra Mi’raj dan Nabi SAW mengimami shalat berjamaah bersama 25 Rasul dan lebih dari 160.000 Nabi 

Media massa banyak mengeluarkan kekeliruan, Israel telah menggembar-gemborkan kepalsuan kepada dunia melalui pertelevisian dan internet. dan menjual banyak gambar-gambar masjid berkubah kuning tersebut di Amerika kepada orang muslim di sana. sehingga gambaran umat muslim akan hal ini menjadi hilang dan kita semua akan tertipu. 

Tujuan utama media Yahudi (dengan eksploitasiberita di CNN) menyamarkan Masjid Sakhra sebagai Masjid Aqsa adalah agar Yahudi bisa menghancurkan Al Aqsa dan membangun“Solomon Temple” (Kuil Sulaiman) pada bekas reruntuhan Al Aqsa. 

dua-masjid.jpg


 Jadi, untuk antum yang belum tahu dan baru mengetahuinya, jangan terkecoh lagi ya

28 January 2013

PECETIKA ke V tahun 1433 H

Alhamdulillahirobbil’alamin Rohani Islam SMA N 2 Purwokerto pada tanggal 6 Januari 2013 yang lalu telah sukses menyelenggarakan Pemilihan Da’i Remaja, Cerdas Cermat Islam, Tilawatil Quran dan Kaligrafi a.k.a PECETIKA  ke V yang bertemakan “Gapailah Cinta Rasul Dengan Sunnah & Jadikan Sholawat Sebagai Jalan Pembuka Rahmat”. Kesuksesan perlombaan ini tergambar dari antusiasme peserta yang berasal dari SMP/MTs se-Karesidenan Banyumas.

Berikut adalah daftar pemenang lomba PECETIKA ke V:
MTQ Putra
·         Juara I : SMPN 2 Purwokerto
·         Juara II : SMPN 1 Wanadadi
·         Juara III : MTsN Bobotsari
·         Harapan I : SMPN 1 Ajibarang
·         Harapan II : SMPN 4 Purwokerto
·         Harapan III : MTs NU 1 Kemranjen

MTQ Putri
·         Juara I : SMPN 2 Purwokerto
·         Juara II : MTsN Bobotsari
·         Juara III : SMPN 1 Majenang & SMPN 1 Wanadadi
·         Harapan I : MTs NU 1 Sumpiuh
·         Harapan II : SMPN 8 Purwokerto
·         Harapan III : MTs Al-Azhar Cilacap

Kaligrafi
·         Juara I : SMPN 1 Wangon
·         Juara II : SMPN 1 Majenang
·         Juara III : SMPN 1 Wanadadi
·         Harapan I : SMPN 8 Purwokerto
·         Harapan II : MTs Al-Ikhsan Beji
·         Harapan III : MTsN Bobotsari

Pildarem
·         Juara I : SMPN 1 Majenang
·         Juara II : MTs NU 1 Kemranjen
·         Juara III : SMPN 1 Cilongok
·         Harapan I : MTsN Bobotsari
·         Harapan II : SMPN 1 Purwanegara
·         Harapan III : SMPN 1 Sokaraja

LCCI
·         Juara I : SMP Muhamadiyah Cilongok
·         Juara II : MTs Al-Azhar Cilacap
·         Juara III : SMP Muhamadiyah Cilongok

Berdasarkan kejuaraan yang telah diraih maka diputuskan SMPN 1 Majenang sebagai juara umum PECETIKA ke V tahun 1433 H.
Selamat kepada para pemenang, mudah-mudahan prestasi yang telah diraih dapat memberikan manfaat dikemudian hari.

06 September 2012

Perayaan Ulang Tahun Menurut Islam


Ada hari yang dirasa spesial bagi kebanyakan orang. Hari yang mengajak untuk melempar jauh ingatan ke belakang, ketika saat ia dilahirkan ke muka bumi, atau ketika masih dalam buaian dan saat-saat masih bermain dengan ceria menikmati masa kecil. Ketika hari itu datang, manusia pun kembali mengangkat jemarinya, untuk menghitung kembali tahun-tahun yang telah dilaluinya di dunia. Ya, hari itu disebut dengan hari ulang tahun.
Nah sekarang, pertanyaan yang hendak kita cari tahu jawabannya adalah: bagaimana sikap yang Islami menghadapi hari ulang tahun?
Jika hari ulang tahun dihadapi dengan melakukan perayaan, baik berupa acara pesta, atau makan besar, atau syukuran, dan semacamnya maka kita bagi dalam dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, perayaan tersebut dimaksudkan dalam rangka ibadah. Misalnya dimaksudkan sebagai ritualisasi rasa syukur, atau misalnya dengan acara tertentu yang di dalam ada doa-doa atau bacaan dzikir-dzikir tertentu. Atau juga dengan ritual seperti mandi kembang 7 rupa ataupun mandi dengan air biasa namun dengan keyakinan hal tersebut sebagai pembersih dosa-dosa yang telah lalu. Jika demikian maka perayaan ini masuk dalam pembicaraan masalah bid’ah. Karena syukur, doa, dzikir, istighfar (pembersihan dosa), adalah bentuk-bentuk ibadah dan ibadah tidak boleh dibuat-buat sendiri bentuk ritualnya karena merupakan hak paten Allah dan Rasul-Nya. Sehingga kemungkinan pertama ini merupakan bentuk yang dilarang dalam agama, karena Rasul kita Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak” [HR. Bukhari-Muslim]
Perlu diketahui juga, bahwa orang yang membuat-buat ritual ibadah baru, bukan hanya tertolak amalannya, namun ia juga mendapat dosa, karena perbuatan tersebut dicela oleh Allah. Sebagaimana hadits,
أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ
“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “ (HR. Bukhari no. 7049)
Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini dimaksudkan tidak dalam rangka ibadah, melainkan hanya tradisi, kebiasaan, adat atau mungkin sekedar have fun. Bila demikian, sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam Islam, hari yang dirayakan secara berulang disebut Ied, misalnya Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum memiliki Ied masing-masing. Maka Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا
“Setiap kaum memiliki Ied, dan hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]
Kemudian, Ied milik kaum muslimin telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya hanya ada 3 saja, yaitu Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat. Nah, jika kita mengadakan hari perayaan tahunan yang tidak termasuk dalam 3 macam tersebut, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut? Yang pasti bukan milik kaum muslimin.
Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
من تشبه بقوم فهو منهم
“Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]
Maka orang yang merayakan Ied yang selain Ied milik kaum Muslimin seolah ia bukan bagian dari kaum Muslimin. Namun hadits ini tentunya bukan berarti orang yang berbuat demikian pasti keluar dari statusnya sebagai Muslim, namun minimal mengurangi kadar keislaman pada dirinya. Karena seorang Muslim yang sejati, tentu ia akan menjauhi hal tersebut. Bahkan Allah Ta’ala menyebutkan ciri hamba Allah yang sejati (Ibaadurrahman) salah satunya,
والذين لا يشهدون الزور وإذا مروا باللغو مروا كراما
“Yaitu orang yang tidak ikut menyaksikan Az Zuur dan bila melewatinya ia berjalan dengan wibawa” [QS. Al Furqan: 72]
Rabi’ bin Anas dan Mujahid menafsirkan Az Zuur pada ayat di atas adalah perayaan milik kaum musyrikin. Sedangkan Ikrimah menafsirkan Az Zuur dengan permainan-permainan yang dilakukan adakan di masa Jahiliyah.
Jika ada yang berkata “Ada masalah apa dengan perayaan kaum musyrikin? Toh tidak berbahaya jika kita mengikutinya”. Jawabnya, seorang muslim yang yakin bahwa hanya Allah lah sesembahan yang berhak disembah, sepatutnya ia membenci setiap penyembahan kepada selain Allah dan penganutnya. Salah satu yang wajib dibenci adalah kebiasaan dan tradisi mereka, ini tercakup dalam ayat,
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya” [QS. Al Mujadalah: 22]
Kemudian Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahllah- menjelaskan : “Panjang umur bagi seseorang tidak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dalam menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalannya.
Karena itulah, sebagian ulama tidak menyukai do’a agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : “Semoga Allah memanjangkan umurmu” kecuali dengan keterangan “Dalam ketaatanNya” atau “Dalam kebaikan” atau kalimat yang serupa. Alasannya umur panjang kadang kala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk -semoga Allah menjauhkan kita darinya- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka” [Dinukil dari terjemah Fatawa Manarul Islam 1/43, di almanhaj.or.id]
Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan.
Wallahu’alam.
Sumber: http://www.almanhaj.or.id/content/1584/slash/0 dan http://www.saaid.net/Doat/alarbi/6.htm

24 August 2012

AYO TUKAR LINK BLOG !

Ayo tukar link blog kalian dengan blog kami




Ayo tukar juga banner blog kalian. ( kalau sudah segera beri komentar di bawah post ini)

<a href="http://cooltext.com"><img src="http://images.cooltext.com/2746789.png" width="298" height="50" alt="ROHIS SMA N 2 Purwokerto" /></a> <br />Image by <a href="http://cooltext.com">Cool Text: Logo and Button Generator</a> - <a href="http://cooltext.com/Logo-Design?LogoID=712851160">Create Your Own Logo</a>

Ternyata JACK SPARROW seorang MUSLIM

Captain Jack Sparrow Seorang Muslim? tahukah anda bahwa kapten jack sparrow yang diperankan oleh Johnny Depp dalam film Pirates of Caribbean adalah seorang muslim? menurut sejarah, bajak laut ini memiliki nama asli Yusuf Rais. Lihat poster Pirate of Caribbean deh. disitu jelas terlihat bahwa anting yang dipakai oleh Captain Jack sparrow merupakan simbol simbol islam.
Nama asli Jack Sparrow adalah Jack Wards atau juga dikenal sebagai Jack Birdy, dia masuk islam sekitar akhir abad ke 16. kabarnya saat dia memeluk islam, kru anggota bajak lautnya pun ikut memeluk islam. Berikut adalah Sejarah Singkat mengenai Kapten Jack Sparrow yang dikenal dengan nama islam nya Yusuf Rais.