DARI FORMULIR SAMPAI PELANTIKAN ROHIS SMADHA

DARI FORMULIR SAMPAI PELANTIKAN ROHIS SMADHA

24 juli 2011...

SMA N 2 PURWOKERTO (SMADHA) saat itu sedang mengadakan pengajian dalam rangka isra mi’raj bersama di Lapangan SMA N 2 Purwokerto. Murid-murid kelas X sampai XII datang di event tersebut. Setelah prosesi-prosesi pengajian dan ditutup, akhirnyaa ~ bukan pulang (yaaah) ROHIS mengumumkan bahwa pendaftaran pengurus ROHIS SMA N 2 Purwokerto dibuka (say yeah!). Murid-murid SMADHA yang berminat menjadi pengurus ROHIS langsung mengerubungi podium minta formulir bak ipin ngejer ayam goreng. Tentu saja kami segera mengisi formulir dan mengumpulkannya lagi sebelum hari formulirnya expired.

14 agustus 2011...

Tidak lama setelah formulirnya expired, kami menghadapi test tertulis CPR 2011/2012. Kami panas dingin menghadapinya. Test dimulai jam 13.00 dan berakhir jam 14.30. Soalnya? Ada sekitar 50-60 soal. Gak gampang sih, paling nggak ada yang bisa keisi di lembar jawaban (bercanda). Kami berjuang keras bersaing biar bisa stay position di CPR dan gak tereliminasi. Kata “wow” mungkin bisa mewakilkan jumlah peserta saat itu. 93 siswa bersaing ketat, mengingat quota pengurus ROHIS tahun ini dikurangi jadi 55. Gak kebayang perjuangan siang-malamnya pengurus ROHIS kelas XII ngoreksi jawaban-jawaban kami. Semangat Akhi, Ukhti !

Sehari

Dua hari

Dua hari setengah

Tiga hari

Yap, setelah tiga hari kami test tertulis, akhirnya hasilnya dipajang juga. Dari 93 siswa, jadi sekitar 70 siswa yang tersisa. Eitttsss ! ini belum final. Masih ada test yang harus kami lewati ! semangat ya bacanya ! hehe

20 sampai 21 agustus 2011...

2 hari 1 malam kami menginap di sekolah untuk melewati test yang satu ini. Dalam test ini kami dibagi jadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok punya 1 ketua. Tugas kami kali ini, kami mesti membuat contoh anggaran kegiatan, desain mading dan bikin brosur pesimis dalam 1 malam. Fiuuhhh, kami terus berjuang dan lembur biar tugas bisa selesai. Namun acara lembur massal kami ini terpotong karena ada sharing antar CPR di bangsal. Jiwa kami diisi dengan renungan malam itu. Kamipun menangis bersama. Capek menangis, kami tidur (payah! Mana lemburnya?!). Tapi semuanya clear kok. calm down man! Hidup jangan dibikin susah !

Besoknya, kami MCK , lalu siap-siap wawancara CPR. Untuk wawancara CPR ada beberapa pos yang harus kami masuki. Setiap pos mewakili satu, atau dua departemen. Kami mulai berjalan dengan kelompok masing-masing. Mencari pos yang kosong, lalu wawancara. Pertanyaannya macam-macam sesuai departemen yang kami masuki. Untuk akhwat, ada pos keputrian, kami harus unjuk gigi bicara di depan pewawancara layaknya bicara di acara keputrian, ada juga pos sekretaris, bendahara, publikasi, dan masih banyak lagi. Untuk ikhwan, gak ada departemen keputrian, adanya departemen dakwah. Oh iya, wawancara ini juga sendiri-sendiri, maksudnya akhwat wawancara dengan akhwat, ikhwan wawancara dengan ikhwan. Kalau menurut saya, pos yang paling bikin tangan kayak es itu pos CHA atau ACH atau HAC atau apalah namanya, saya agak lali. Itu pos untuk akhwat. Pertanyaanya itu cesss banget. Entahlah, pokoknya pos itu yang bener-bener bikin saya grogi. Setelah selesai, kami langsung shalat dan istirahat di kelas. Tepat jam 3, Lipo ditutup. Fiuhh (ikutan capek ya bacanya?)

Gak lama setelah itu, ada pengumuman CPR yang lolos di mading Mushola At-Tahrim. Wait a minute .. ini udah pas 55 ! berarti gak ada wawancara lagi dong ?? kalaupun ada, siapa yang bakal tereliminasi??

Jawab : masih ada kok

Yaap, perjuangan itu gak akan pernah berakhir selama kita masih hidup ! kami masih harus berhadapan dengan Pak Daud Buwang dan Pak Solihin. Ikhwan diwawancara dengan Pak Daud, sementara akhwat diwawancara dengan Pak Solihin. Baru satu kelompok diwawancara, suara adzan dari mushola menggema. Langsung saja kami pergi ke mushola, sementara wawancara dipending.

Jreng jreeeng, tak diduga Pak Solihin dan Pak Daud langsung meloloskan semua CPR karena dianggap sudah siap dan niat untuk menjalankan amanah. Alhamdulillah, kami memang siap kok pak.. hehe

Setelah kami terpilih, kami dikumpulkan dalam rapat untuk memilih ketua ROHIS dan Ketua Akhwat. Namun ini belum final, masih ada pertimbangan.

Hari-hari kami diisi dengan rapat. Ada kalanya juga kami bersama-sama membersihkan mushola, mengganti gorden mushola, merapikan isi lemari buku perpustakaan mushola. Semua dilakukan bersama-sama. Semuanya memang terasa cepat dan asyik kalau tdak dilakukan sendiri alias sama-sama.

30 Oktober 2011

Sehari sebelum tanggal diatas, kami latihan pelantikan. Sempat ribut-ribut sendiri, tapi serius lagi mengingat waktu latihan gak sampe 24 jam. Latihan kami dikoordinatori oleh Akhi Ali dan Akhi Dwi Cahya Pramanda. Yak , kami benar-benar siap.

Esoknya (tanggal diatas), kami pelantikan berbarengan dengan PAP kelas X. Kami sempat latihan sekali lagi. And..it’s the time ! kami dipanggil satu persatu, tanda pelantikan sudah dimulai. Setelah semuanya sudah dipanggil, kami mengucapkan ikrar pengurus ROHIS. Lalu amanat yang lumayan (lama) dari Pak Solihin. Diteruskan dengan penandatanganan serah terima jabatan, penyerahan pin dari Akhi Ali ke Akhi Setio Wahono (ketua umum ROHIS 2011/2012). Pelantikan selesai, eh.. belum. Akhi Setio Wahono masih berpidato di depan siswa kelas X. Seusai itu, kami berkumpul di bangsal, tambahan sedikit dari Akhi Ali buat Pengurus ROHIS 2011/2012

Yapp, kami memang gak sekuat Mr.Hercules, gak sepinter Mr.Einstein, tapi kami punya satu kekuatan besar. Kami saling membantu, mengingatkan, dan menguatkan satu sama lain. Because we are family now..

-ROHIS SMADHA-

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »